Pandangan Masyarakat terhadap Larangan Pengantin Melewati Gunung Pegat (Studi Kasus Desa Karangjoho Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo)
Abstrak
Di kalangan masyarakat Desa Karangjoho masih terdapat suatu pandangan mengenai larangan pengantin melewati Gunung Pegat terkait dengan mistis yang beredar sejak nenek moyang zaman dahu. Karena dapat menimbulkan kemadharatan bagi pengantin yang melaluinya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian yang berupa penelitian empiris. Maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan Ushul Fiqh. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati dengan lebih mengutamakan penggunaan wawancara, sehingga dari hasil data deskriptif tersebut dapat ditinjau dari pendekatan Ushul Fiqh. Dalam kajian urf untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa tradisi larangan pengantin melewati Gunung Pegat karena berkaitan dengan hal-hal yang berbau mistis dan adat istiadat leluhur sejak zaman dahulu yang telah turun temurun dari nenek moyang mereka sampai saat ini. Sedangkan pandangan masyarakat mengenai larangan ini peneliti membagi menjadi 3 golongan, yaitu masyarakat abangan, santri dan priyayi. Dari ketiga golongan tersebut masih ada yang mempercayai dengan alasan patuh terhadap orang tua dan kekhawatiran terhadap hal mistis. Sedangkan yang tidak mempercayai beranggapan bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah, bukan dari Gunung Pegat. Dalam tinjauan urf, tradisi ini termasuk urf fasid karena tidak sesuai syariat islam.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 7 |
| Tanggal Publikasi: | 25 Feb 2020 |
| Dibuat: | 25 Feb 2020 08:08 |
| Diupdate: | 08 May 2026 21:31 |