Koping Kultural dalam Proses Kebangkitan Pasca Bencana (Studi Etnometodologi Pada Penyintas Kebakaran Pasar Pon Trenggalek)

Published ID 93 views 203 downloads
Abstrak

Pasar Tradisional memiliki peran penting sebagai urat nadi perekonomian rakyat. Bahkan meski pasar-pasar modern semakin menjamur, hingga kini pasar tradisional masih tetap eksis dengan keunggulan-keunggulan tersendiri yang lebih menarik minat masyarakat. Apabila pasar tradisional yang menjadi tumpuan hidup para pedagangnya ini kebakaran, selain berpengaruh pada berbagai perubahan aspek sosial, tentu juga akan menimbulkan dampak psikologis bagi mereka. Untuk mengembalikan segala keseimbangan yang terganggu, para pedagang harus bangkit dan mulai lagi membangun apa yang selama ini menjadi aktifivitas keseharian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koping kultural dalam proses kebangkitan pada pedagang penyintas kebakaran Pasar Pon Trenggalek, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi etnometodologis, yakni penelitian kualitatif dengan dilatari oleh pemikiran praktis tentang fakta sosial, yang dikupas melalui analisis percakapan dan kaidah interpretif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori Ben C.H Kuo digunakan untuk menjelaskan variabel. Sementara subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima pedagang pasar yang terbilang paling cepat bangkit dibandingkan pedagang lain yang bahkan sudah putus asa untuk berdagang kembali. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebakaran Pasar Pon di Trenggalek memicu berbagai permasalahan bagi para pedagang sehingga menimbulkan efek stres baik dengan gejala fisik maupun emosional, yang masuk ke dalam kategori stres toksik. Koping Kultural yang ditampilkan kelima subjek mencakup keseluruhan dimensi koping kultural, yakni collective coping, avoidance coping, dan engagement coping. Di dalamnya tampak penggunaan kearifan lokal Jawa berupa prinsip nrimo ing pandum, ngukur sarira, dan mulur mungkret, juga berupa laku minta bantuan kepada wong tuwek dan tahlilan untuk mengharap keberkahan. Faktor yang mempengaruhi koping kultural tersebut meliputi faktor kesehatan fisik, pandangan positif, ketrampilan sosial dan memecahkan masalah, serta dukungan sosial dan materi, disamping kultur khas masyarakat kolektivis yang menjunjung tinggi harmoni.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 15
Tanggal Publikasi: 16 Mar 2020
Dibuat: 16 Mar 2020 01:50
Diupdate: 08 May 2026 21:32