Makna Ritual Membuang Ayam Ke Sungai pada Tradisi pernikahan Adat Masyarakat Jawa(Studi Perkawinan Adat di Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kebupaten Kediri)
Abstrak
Pernikahan adat Jawa merupakan sebuah kebiasaan yang sudah adasebelum Islam datang, dalam adat pernikahan Jawa terdapat tiga prosesi, yaitu Pra-Pernikahan, Pernikahan dan Pasca pernikahan. Sebagaimana menurutkalangan warga Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri yang masih melaksanakan ritual membuang ayam ke sungai sebagai bagian dari adat pernikahan, ritual membuang ayam ke sungai adalah sebuah bentuk menghormati ajaran nenek moyang. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti mencari tahu nilainilai kemaslahatan dan kemafsadahan melalui makna prosesi ritual membuangayam ke sungai pada adat pernikahan. Dalam mencapai penelitian ini, penulismengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apakah makna yang terkandung didalam ritual membuang ayam ke sungai pada adat pernikahan di Desa NgletihKecamatan Kandat Kabupaten Kediri? 2. Bagaimanakah aspek maslahah dan masfsadah dari makna prosesi ritual membuang ayam ke sungai pada adatpernikahan di Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri? Dalam mengkaji permasalahan ini peneliti menggunakan metodepenelitian kualitatif jenis penelitian lapangan (field reserch) guna untuk memperoleh data-data dari narasumber. Pengumpulan data tersebut ditempuhdengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu ditunjang dengan data sekunder melalui studi kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa makna ritual membuang ayamke sungai dalam adat pernikahan di Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri adalah tolak bala dan sedekah bumi, ditinjau dari Maslahah Mursalah mengandung beberapa manfaat yaitu, pertama memberikan manfaat kepada oranglain yang mendapat ayam sebagai bentuk shodaqoh yang dapat menolak bala‟,kedua menjadi bentuk rasa syukur atas berlangsungnya pernikahan, ketiga menjadi peningkat keyakinan kepada Allah akan Qada‟ dan Qadar Allah. Jikaketiga poin manfaat tersebut dikaji lebih dalam, terdapat unsur hifdzul mal, hifdzal- nafs, dan hifdz al-din. Sehingga, ritual ini boleh dilakukan selama tata cararitualnya sesuai dengan prosesi yang berlaku di Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri dan tidak menimbulkan kemudharatan. Disamping kemanfaatan yang didapat seperti yang disebutkan di atas, terdapat kemudhorotannya, yaituterkandung makna syirik, karena mempercayai seekor ayam Cemani bisa menolakbala‟ dan terdapat unsur tabdzir.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 28 Apr 2021 |
| Dibuat: | 28 Apr 2021 04:33 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:09 |