Konstruksi Sosial pada Nilai-Nilai Spiritual Tradisi Tirakatan Masyarakat Kelurahan Ngronggo Kota Kediri

Published ID 149 views 121 downloads
Abstrak

Pada masyarakat jawa, secara sosiologis tradisi memiliki peran penting dalam tindakan sosialnya untuk mengidentifikasi fungsi dan perannya sekaligus dalam kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial pada sebuah ritual pada tradisi tirakatan dapat memberikan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat Kelurahan Ngronggo rt 02/rw 02. Tirakatan dimaknai sebagai tindakan budaya yang terdapat dalam ritual budaya jawa sebagai bentuk pengheningan cipta untuk mengingat dan mengirimkan doa kepada Tuhan atas jasa besar para pahlawan serta nenek moyang yang telah memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi desa yang mereka tinggali. Ritual ini sudah berjalan sejak lama dan umumnya rutin dilaksanakan setiap malam menuju puncak 17 Agustus, dan mereka menyebutnya dengan malam tirakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam melakukan penggalian data dengan cara wawancara, peneliti menggunakan cara purposive sampling atau menitik beratkan informan pada syarat-syarat tertentu. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori yang dikenalkan oleh Peter L Berger dan sahabat karibnya Thomas Lukhmann yaitu teori Konstruksi Sosial. Teori ini menjelaskan bagaimana proses atau tahapan-tahapan terjadinya konstruksi sosial pada individu atau kelompok. Peter L Berger menambahkan penjelasannya dengan mengemukakan 3 dialektika tahapan terbentuknya sebuah konstruksi sosial antara lain, tahap ekstrenalisasi, tahap objektivasi, dan tahap internalisasi. Temuan penelitian, ada 7 nilai-nilai spiritual pada tradisi tirakatan yang terkonstruk oleh masyarakat melalui 3 tahap dialektika Peter L Berger, antara lain: a.) Selain sebagai acara sesembahan untuk para leluhur atau pahlawan juga sebagai sarana berdoa dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. b.) Sebagai bentuk syukur kepada Tuhan YME. c.) Selamat dari suatu bencana atau malapetaka. d.) Sikap percaya akan adanya kekuatan atau wujud yang bersifat ghoib (ruh) para leluhur atau pahlawan yang memiliki pengaruh bagi kehidupan. Dalam artian masyarakat juga percaya bahwa makhluk Tuhan bukan hanya manusia saja, tapi juga makhluk tak kasat mata, dan kita saling hidup berdampingan. e.) Merasakan ketenangan dalam hati, dan kesejahteraan hidup. f.) Sesama manusia bisa saling mempererat tali silaturahmi. g.) Sikap menghargai dan simpati terhadap jasa-jasa para leluhur atau pahlawan yang telah berjuang.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 21
Tanggal Publikasi: 03 May 2021
Dibuat: 03 May 2021 05:59
Diupdate: 08 May 2026 22:11