Eksistensi Agama Siwa-Budha (Studi Kasus Sinkritisme Agama di Masyarakat Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto)

Published ID 107 views 97 downloads
Abstrak

Di kecamatan Trowulan ada salah satu kepercayaan yaitu Siwa-Budha yang dahulu merupakan kepercayaan yang dianut Raja dan para keluarganya dan sebagian rakyatnya. Kepercayaan Siwa-Budha adalah pemujaan leluhur kawitan Majapahit karena pada era Majapahitlah kepercayaan ini menyebar di Nusantara, karena waktu itu para Raja Nusantara dan keluarganya menganut Siwa-Budha. Kepercayaan Siwa-Budha di era sekarang bersifat pribadi karena bukan agama menarik orang atau membuat ajaran. Melainkan kepercayaan Siwa-Budha hanya bertujuan untuk menyatukan keluarganya yang kini sudah menganut berbagai agama. Dari permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang Eksistensi Agama Siwa-Budha Studi Kasus Sinkritisme Agama di Masyarakat Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto dengan rumusan masalah, a) Bagaimana bentuk sinkritisme Agama Siwa-Budha di desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto? b) Bagaimana respon dan pandangan masyarakat umat agama lain terkait agama Siwa-Budha di desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto? c) 3. Bagaimana interaksi agama Siwa-Budha dengan agama-agama lain?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kepercayaan Siwa-Buddha hanya bertujuan untuk menyatukan keluarganya yang kini sudah menganut berbagai agama, karena hanya didepan leluhur bisa bersatu meskipun secara umum berbeda-beda atau “Bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangruwa”. 2) Siwa-Buddha merupakan perkembangan dari agama Buddha aliran Tantrayana yang mengalami percampuran atau sinkretisme dengan agama Siwa. 3) Agama Siwa-Buddha di Dusun Bejijong Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto hidup berdampingan dengan agama lain, menjujung sikap toleransi namun ada yang beranggapan sulit untuk berkembang. 4) Agama Buddha yakni selalu menekankan pada pribadi terutama rohani, maka upacara saja cukup asal hatinya ikut menyatu dalam upacara dan kegiatan ritual lainnya, 5) Siwa-Buddha bisa dipahami dalam kesatuan utuh Negara Republik Indonesia karena pengatut agama ini mengerti bahwa itu adalah wahyu atau sabda-sabda Tuhan untuk semuanya, maka disini tidak dibedakan atau dicampur.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 05 May 2021
Dibuat: 05 May 2021 01:40
Diupdate: 08 May 2026 22:11