Relevansi Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid dengan Pendidikan Multikultural di Indonesia

Published ID 204 views 168 downloads
Abstrak

Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang direalisasikan dengan tujuan untuk kepentingan kemanusiaan. Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan yang ada dalam manusia sebagai keniscayaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Gus Dur dan Nurcholish Madjid merupakan dua tokoh neo-modernisme yang memadukan antara pemikiran gaya klasik dengan liberal. Dalam penelitian ini dilakukan sebagai usaha untuk mengetahui letak relevansi pemikiran KH. Abdurrahman wahid dan Nurcholish Madjid mengenai pendidikan multikultural di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) Pendidikan multikultural perspektif KH. Abdurrahman Wahid. 2) Pendidikan multikultural perspektif Nurcholish Madjid. 3) Persamaan dan Perbedaan pendidikan multikultural menurut pemikiran KH. Abdurrahaman Wahid dan Nurcholish Madjid. 4) Relevansi pemikiran KH. Abdurrahaman Wahid dan Nurcholish Madjid dengan pendidikan multikultural di Indonesia. Pada penelitian yang dilakukan ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan dengan teknik analisis datanya menggunakan content analisys dengan memfokuskan kepada pemikiran tokoh (Research Thinking of Character). Data tersebut diperoleh dari sumber data primer berupa Buku karya Gus Dur Dan Nurcholish Madjid yang didukung dengan beberapa sumber data sekunder yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) KH. Abdurrahaman Wahid memandang perbedaan merupakan suatu karunia Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri dan tidak akan dapat disangkal adanya. 2) Nurcholish Madjid memandang perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat disembunyikan perlu diterima apa adanya. 3) KH. Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sependapat bahwasannya keberagaman merupakan kepastian dari Tuhan sehingga tidak ada alasan untuk saling menyalahkan. Gus Dur memandang masyarakat perlu untuk saling berdialog dan saling bekerja sama dalam membangun kehidupan yang sejahtera, sedangkan Cak Nur mengutamakan konsep din, hanif, al-hanafiyyah al�samhah yang ada dalam Islam untuk diterapkan dalam menyikapi keberagaman. 4) pemikiran Gus Dur dan Cak Nur mengenai pendidikan multikultural sangatlah relevan dengan kondisi yang ada di Indonesia mengingat kondisi masyarakatnya yang kaya akan keberagaman.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 15
Tanggal Publikasi: 28 Sep 2021
Dibuat: 28 Sep 2021 03:12
Diupdate: 08 May 2026 22:18