Pandangan Masyarakat Terhadap Tradisi Kedono-Kedini (Studi Kasus Dusun Jarakan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk)

Published ID 146 views 169 downloads
Abstrak

Dikalangan masyarakat Desa Tanjung anom masih terdapat suatu tradisi larangan pernikahan melompati desa kakek atau neneknya terkait dengan mistis yang beredar sejak nenek moyang zaman dahulu. Karena dapat menimbulkan kemadharatan bagi pengantin yang melanggarnya Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian yang berupa penelitian empiris. Maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan Fiqh. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang bias menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang yang diamati dengan lebih mengutamakan penggunaan wawancara, sehingga dari hasil data deskriptif tersebut dapat ditinjau dari pendekatan Fiqh. Dalam kajian urf untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa tradisi Pandangan Masayarakat Terhadap Perkawinan Kedono-Kediniitu dilarang karena berkaitan dengan hal-hal yang berbau mistis dan adat istiadat leluhur sejak zaman dahulu yang telah turun temurun dari nenek moyang mereka sampai saat ini. Sedangkan yang tidak mempercayai beranggapan bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah. Dalam tinjauan urf, tradisi ini termasuk urf fasid karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang sudah ada.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 24 Nov 2021
Dibuat: 24 Nov 2021 02:53
Diupdate: 08 May 2026 22:26