Praktik Mistik Dan Keberagamaan Pada Seniman Jaranan Di Kota Kediri
Abstrak
Kesenian jaranan merupakan kesenian yang menggunakan alat peraga dalam pertunjukan. Dalam kesenian jaranan tidak akan lepas dari hal-hal mistis, karena pertunjukan kesenian jaranan mengikut sertakan makhluk halus dalam pertunjukan. Kehidupan masyarakat Jawa banyak diwarnai dengan kepercayaankepercayaan pada hal-hal ghaib begitu pula dengan keberagamaan seniman jaranan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana praktik mistik pada seniman jaranan, keyakinan apa yang mendasari dan pengaruh praktik mistik terhadap keberagamaan pada seniman jaranan yang ada di Kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik purposive dalam menentukan subyek penelitian dan mengambil 5 subyek untuk menggali dan memperoleh data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis interaktif yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat beberapa praktik mistik yang dilakukan oleh seniman jaranan yaitu makan beling, bergulung-gulung di pecahan beling sambil diinjak oleh orang lain, lompat dalam lingkaran api, makan ular, dan sebagainya. Sebelum atraksi-atraksi tersebut dilakukan, terdapat beberapa ritual yang harus dilakukan, diantaranya ritual berkunjung ke pundhen atau suguh, ritual dedaharan, ritual memanggil makhluk halus dan memberi makan pada alat peraga saat malam Jum’at Legi. Ritual-ritual tersebut dilakukan oleh seniman jaranan karena mereka meyakini bahwa disuatu tempat atau desa pasti ada danyang atau leluhur desa yang menguasai. Jadi, sepatutnya harus meminta izin agar tidak terjadi hal-hal yang dapat membahayakan saat pertunjukan dimulai. Pengaruh praktik mistik terhadap keberagamaan seniman jaranan yaitu mereka menjadi lebih percaya dengan keberadaan makhluk halus. Keberagamaan seniman jaranan seperti masyarakat Jawa dahulu, yang percaya dengan keberadaan makhluk halus yang hidup berdampingan dengan manusia. Sebagai makhluk ciptaan Allah, maka manusia juga harus menghormati dan menghargai makhluk ciptaan Allah yang lainnya yaitu makhluk halus.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 14 |
| Tanggal Publikasi: | 02 Feb 2022 |
| Dibuat: | 02 Feb 2022 04:53 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:43 |