Relasi Keluarga Mualaf Dengan Non Mualaf Dalam Membangun Keluarga Sakinah Pasangan Suami Istri Di Wilayah Kota Kediri Perspektif Teori Kebutuhan Abraham Maslow
Abstrak
Keluarga sakinah merupakan dambaan, harapan bahkan tujuan insan, baik yang akan atau yang tengah membangun rumah tangga. Sebuah keluarga yang sakinah akan tercapai apabila dalam kehidupan suami-istri terdapat pola relasi yang seimbang antara suami dan istri. Sebenarnya dalam merumuskan sebuah keluarga sakinah, tentu setiap individu, masyarakat, golongan, agama dan suku mempunyai penilaian dan kriteria atau konsep tersendiri sesuai keadaan masing-masing. Begitupun di dalam keluarga mualaf. Beberapa masyarakat Kota Kediri ada yang rela berpindah agama untuk masuk agama Islam. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana relasi keluarga mualaf dalam membangun keluarga sakinah di kota kediri perspektif teori kebutuhan abraham maslow. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data bersifat deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan relasi keluarga mualaf lalu dianalisis dengan teori kebutuhan Abraham Maslow. Hasil penelitian menyebutkan bahwa relasi keluarga mualaf ini mencakup dua hal yakni: a).Relasi keluarga mualaf dengan keluarga besar lingkungan sekitar. Dalam perbedaan agama ini tentunya tidak membuat sikap seseorang berubah menjadi tidak baik terhadap saudara dan lingkungan sekitar. b).Toleransi dalam keluarga. Dalam hal ini mencakup tentang kebebasan memilih agama, saling bekerjasama, kesetaraan dalam rumah tangga. Ke empat keluarga mualaf tersebut merupakan suatu contoh fenomena yang dilihat dari lima kebutuhan yang terdapat pada teori kebutuhan Abraham Maslow yakni pertama, kebutuhan fisiologis berupa pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan. Kedua, kebutuhan rasa aman yang diwujudkan dengan memeluk agama yang membuat merasa aman. Ketiga, kebutuhan akan cinta dengan konversi agama. Keempat, kebutuhan penghargaan yaitu dengan menjadi tauladan bagi lingkungan sekitar dan terakhir kebutuhan aktualisasi diri misalnya dengan aktif dalam bidang keagamaan. Akan tetapi antara keluarga satu dengan lainnya tidaklah sama. Hal ini dikarenakan bentuk pendidikan yang juga berbeda tapi pada dasarnya interaksi yang terjadi sangatlah baik.
Sitasi
Mubarok , Asfiya Rizqi . (2022). Relasi Keluarga Mualaf Dengan Non Mualaf Dalam Membangun Keluarga Sakinah Pasangan Suami Istri Di Wilayah Kota Kediri Perspektif Teori Kebutuhan Abraham Maslow. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Asfiya Rizqi Mubarok
asfiyarizki@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Asfiya Rizqi Mubarok |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 09 Mar 2022 |
| Dibuat: | 09 Mar 2022 02:42 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:54 |