Resiliensi pada Remaja Akhir Pasca Perceraian Orangtua (Studi Kasus di Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar

Published ID 102 views 157 downloads
Abstrak

Masa remaja akhir merupakan masa dimana mereka remaja sedang mencari identitas dan jati dirinya sehingga sangat rawan perkembangan kepribadiannya. Ketika orangtua telah bercerai, dikhawatirkan tidak dapat bekerjasama untuk mengasuh yang nantinya mengakibatkan kepribadian tidak sehat tersebut. Namun, tidak semua remaja yang orangtuanya bercerai berperilaku demikian, peneliti menemukan terdapat remaja akhir yang mampu resilien tanpa adanya peran dari orangtuanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini merupakan empat remaja berusia 18-21 tahun yang memiliki orangtua bercerai. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukan bahwa keempat subjek memiliki dampak dari perceraian seperti tidak mendapatkan peran dan kasih sayang dari orangtua serta terdapat kesulitan ekonomi. Ke empat subjek dapat resilien karena subjek 1 dan 2 memiliki kepercayaan pada diri sendiri serta spiritual yang baik. Sedangkan, subjek 3 dan 4 memiliki lingkungan sosial yang baik untuk dapat membuat resilien.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 10
Tanggal Publikasi: 22 Apr 2022
Dibuat: 22 Apr 2022 02:48
Diupdate: 08 May 2026 23:10