Problem Radio Komunitas Berbasis Religi di Kediri
Abstrak
Media adalah salah satu unsur terpenting dalam komunikasi, dalam teori komunikasi Lasswell yang berbunyi Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect, media dalam teori tersebut diwakili kalimat In Which Channel yang merupakan kata lain dari Media. Salah satu media potensial untuk berkomunikasi adalah radio. Selain harga yang terjangkau, radio juga dapat dinikmati dengan cara yang sederhana yakni dengan mendengarkan saja. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, lembaga penyiaran dibagi menjadi lembaga penyiaran komunitas, lembaga penyiaran publik, swasta dan berlangganan. Radio publik dibiaya oleh Negara, radio swasta dan berlangganan dapat menghidupi kebutuhan radio dari pemasangan suatu produk atau iklan, sponsor, partner media dan lain-lain, maka berbeda halnya dengan radio komunitas, Radio komunitas tidak mendapat dan tidak boleh memasang iklan yang dapat memberi pemasukan pada radio komunitas. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh radio komunitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan skunder yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di Radio Yumna FM, Sima FM, Risalah FM dan Syalom FM. Data dianalisa menggunakan metode analisis Miles and Huberman dengan landasan teori manajerial, problematika dan radio komunitas. Radio komunitas memiliki cara yang unik dalam memanajemen radionya, ada yang hanya dikelola 5 orang saja, ada yang include kedalam yayasan pendidikan, ada yang berada di bawah naungan takmir masjid. Radio komunitas berbasis religi di Kediri secara garis besar memiliki problem yang hampir sama. Pertama adalah permasalahan pendanaan radio, hal ini wajar karena radio komunitas diatur dalam regulasi yang khusus dalam UU No. 32 Tahun 2002 yang tidak memperbolehkan radio komunitas memasang iklan. Kedua adalah permasalahan partisipasi komunitas, banyak radio komunitas yang komunitasnya aktif di awal berdirinya radio lalu berkurang satu-persatu. ketiga perizinan radio untuk siaran, banyak radio komunitas yang tidak melengkapi perizinannya agar dapat secara legal mengudara. keempat persoalan implementasi terkait regulasi yang ada, yang terakhir persoalan sumber daya manusia.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 14 |
| Tanggal Publikasi: | 27 Apr 2022 |
| Dibuat: | 27 Apr 2022 01:28 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:11 |