Self Love pada Santriwati Penghafal Al-Quran di PPTQ Darul Mubtadi-Aat Kediri
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perilaku self love di sebuah pesantren penghafal al-Qur’an. Fokus penelitian adalah gambaran self love yang dimiliki oleh santriwati di PPTQ Darul Mubtadi-aat Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 santriwati dengan kriteria minimal berusia 17 tahun, minimal memiliki hafalan sebanyak 15 juz, dan memiliki kontribusi dalam madrasah formal. Kelima subjek tersebut berinisial KR, AM, IP, RP, dan EL. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data Miles dan Huberman. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self love yang dimiliki santriwati penghafal al-Qur’an terbentuk melalui kesadaran diri (self awareness), kedewasaan (maturity), pengetahuan (knowledge) dan dukungan lembaga (social support). Gambaran perilaku self-love terangkum dalam lima aspek. Pertama, self-cherishing yang ditunjukkan dengan penghargaan terhadap diri, perlindungan diri, perawatan diri, dan penghormatan diri melalui kegiatankegiatan diluar kegiatan pesantren yang dapat meredakan ketegangan pikiran seperti memakai cat kuku, mask meditation, menulis diary, merawat tanaman, sharing, atau refreshing. Kedua, self-acceptance ditunjukkan dengan penerimaan terhadap kelebihan dan kekurangan secara penuh, pengembangan potensi diri, dan usaha dalam mewujudkan gambaran diri ideal yang dimiliki melalui kegiatan skincare routin, olahraga, pengaturan pola makan, serta mencoba berbagai resep menu masakan. Ketiga, self-persistence ditunjukkan dengan keteguhan prinsip, personal boundaries, dan integritas seperti konsistensi dalam kuantitas dan kualitas ziyadah dan muraja’ah. Keempat, self-responsibility ditunjukkan dengan rasa dan perilaku tanggung jawab terhadap multiperan yang dijalankan yakni, santri penghafal al-Qur’an yang juga merupakan pembimbing sekaligus murid, kakak sekaligus adik, anak sekaligus pengganti orang tua dan warga yang menjadi bagian dari sebuah negara. Kelima, selfrestraint ditunjukkan dengan penyesuaian diri terhadap norma sosial, sikap kehatihatian, dan kedisiplinan terhadap jadwal pesantren maupun jadwal pribadi yang dimiliki.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 17 |
| Tanggal Publikasi: | 12 May 2022 |
| Dibuat: | 12 May 2022 02:29 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:10 |