Relasi suami-istri dalam QS. al-Baqarah (2):223 studi analisis penafsiran Faqihuddin Abdul Qodir dalam Qiraah Mubadalah
Abstrak
NURIYATUN NAHDIYAH, Dosen Pembimbing Prof. Fauzan Saleh, Ph.D, dan Kholila Mukaromah, M.Hum. Relasi Suami-Istri dalam QS. al-Baqarah (2):223: Studi Analisis Penafsiran Faqihuddin Abdul Kodir dalam Qira’ah Mubadalah. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, 2021. Kata Kunci: Mafhum Mubadalah, QS. al-Baqarah (2):223, dan Kesetaraan. Manusia disisi lain sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk biologis. Seiring berkembangnya kepercayaan dan paradigma yang ada, seorang perempuan sebagai salah satu objek yang terpinggirkan dalam keberadaanya. Kepercayaan dalam budaya patriarki yang senantiasa tumbuh di kalangan masyarakat menimbulkan konsekuensi yang logis. Hal ini disebabkan, perempuan hanya dinilai sebagai objek oleh laki-laki dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang seksual. Sehingga seluruh aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga menimbulkan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analisis dengan pisau analisis teori muba>dalah dari Faqihuddin Abdul Kodir, dengan menjelaskan terkait relasi hubungan suami-istri yang terdapat dalam QS. al-Baqarah (2):223, kemudian dianalisis menggunakan teori mafhu>m muba>dalah. Hasil dari penelitian ini, penulis temukan beberapa hal di antaranya: pertama, berkaitan dengan konsep dari muba>dalah, sebagai konsep kesalingan dan kesetaraan terhadap ayat-ayat relasional antara laki-laki dan perempuan dengan menggunakan pendekatan setara, adil dan memandang laki-laki dan perempuan sebagai subjek yang utuh. Metode muba>dalah merupakan sebuah interpretasi teks yang lebih dominan penelitiannya berupa teks-teks keagamaan yang berhubungan dengan laki-laki dan perempuan. Kedua, berkaitan dengan kesetaraaan dalam hubungan seksual antara suami dan istri yang terdapat dalam al-Qur’an. Dengan reinterpretasi dengan menggunakan konsep mafhu>m muba>dalah terhadap QS. al-Baqarah (2):223. Sebagaimana dihasilkan sebuah makna bahwa al-Qur’an memandang istri sebagai individu yang memiliki hak yang sama dalam rumah tangga. Sehingga, dengan tujuan pernikahan yang sakinnah mawaddah wa rahmah dapat terwujud oleh kedua pasangan tersebut, dengan adanya kesalingan, dan kesetaraan dalam semua aspek keluarga.
Sitasi
Nahdiyah , Nuriyatun . (2022). Relasi suami-istri dalam QS. al-Baqarah (2):223 studi analisis penafsiran Faqihuddin Abdul Qodir dalam Qiraah Mubadalah. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Nuriyatun Nahdiyah
nuriyatunn@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Nuriyatun Nahdiyah |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 13 |
| Tanggal Publikasi: | 24 May 2022 |
| Dibuat: | 24 May 2022 06:41 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:13 |