Analisis Produksi Rengginang Ditinjau Dari Produksi Dalam Islam (Studi Kasus pada Sentra Produksi Rengginang di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri)

Published ID 113 views 77 downloads
Abstrak

ABSTRAK SUCI NUR RAHMADHANI. NIM 931328815. Dosen Pembimbing I Dr. Hj. Naning Fatmawatie, M.M. Dosen Pembimbing II Anwariyah, M.Pd. : ANALISIS PRODUKSI RENGGINANG DITINJAU DARI PRODUKSI DALAM ISLAM (Studi Kasus pada Sentra Produksi Rengginang di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri). Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Ekonomi Syariah, IAIN Kediri, 2021. Kata Kunci : Rengginang, Produksi, Produksi Islam Rengginang merupakan jenis kerupuk dengan bahan dasar ketan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Masyarakat menyukai kerupuk ini karena cita rasanya yang enak dan gurih. Selain untuk cemilan kerupuk ini juga sangat cocok dijadikan sebagai lauk. Rengginang pada saat ini tidak hanya diolah untuk konsumsi sendiri, namun juga diolah guna menambah nilai ekonomis melalui sederet proses produksi. Istilah produksi menjadi salah satu unsur terpenting dalam sistem ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah produksi Islam yang sesuai dengan syariat sebagai rujukan manusia dalam menjalankan aktivitas produksi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana produksi rengginang pada sentra produksi rengginang di Desa Kayunan dan bagaimana produksi rengginang pada sentra produksi rengginang di Desa Kayunan ditinjau dari produksi dalam Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif di mana kehadiran peneliti di lapangan sangat diperlukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data guna memperoleh pemahaman yang bersifat khusus dari studi kasus tersebut. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kaitannya dengan produksi Islam, produksi rengginang yang ada di Desa Kayunan belum sesuai dengan produksi dalam Islam. Hal tersebut dikarenakan dalam praktiknya 75% produsen rengginang menggunakan bahan pewarna sintetis dan 12% produsen menggunakan terasi dengan kualitas yang kurang baik. Hal tersebut dilakukan oleh produsen untuk meminimalkan biaya produksi agar tidak mengalami kerugian. Produsen juga tidak mengetahui bahaya yang akan ditimbulkan. Padahal dalam produksi Islam dijelaskan bahwa suatu produksi harus memberikan manfaat bagi semua pihak dan menghindari kedzaliman. Selain itu, terdapat 20% produsen yang menggunakan pewarna untuk membuat beras ketan putih menyerupai beras ketan hitam pada varian rasa terasi. Padahal, tidak boleh ada unsur penipuan dalam produksi Islam. Dalam jumlah sedikit produsen tidak menimbang terlebih dahulu dan hanya dikirakira, dalam Islam hal tersebut tidak dibenarkan karena harus memenuhi takaran. Selanjutnya, produksi rengginang di Desa Kayunan ini menghasilkan limbah dan dibuang sembarangan oleh para produsen hingga warga merasa terganggu. Padahal dalam Islam, suatu produksi harus bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 15
Tanggal Publikasi: 31 May 2022
Dibuat: 31 May 2022 07:24
Diupdate: 08 May 2026 23:16