Komunikasi Interpersonal Guru dalam Mengajar Anak Tunagrahita di SDLB Budi Mulya Desa Joho Kecamatan Wates Kabupaten Kediri

Published ID 107 views 90 downloads
Abstrak

Tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak dengan tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Rendahnya kecerdasan anak tunagrahita mengakibatkan mereka memiliki hambatan pada atensi, daya ingat, bahasa, dan akademik. Anak tunagrahita membutuhkan pendidikan khusus yang dapat membantu mereka dalam memperbaiki kwalitas hidup mereka. Di dalam dunia pendidikan terdapat peran guru yang memegang andil besar dalam keberhasilan proses belajar mengajar murid tunagrahita. Dalam proses belajar mengajar guru membutuhkan keterampilan komunikasi interpersonal. Hal ini karena komunikasi interpersonal dipercaya dapat mengubah sikap, presepsi, pendapat dan perilaku seseorang termasuk murid tunagrahita. Untuk rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana komunikasi interpersonal guru dalam mengajar anak tunagrahita?, serta apakah hambatan-hambatan dan faktor pendukung keberhasilan komunikasi interpersonal guru dalam mengajar anak tunagrahita di SDLB Budi Mulya Desa JohoWates Kediri.? Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Di mana penelitian ini di tujukkan untuk mengumpulkan data aktual dan rinci sesuai gejala yang terjadi. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa komunikasi interpersonal tepat untuk mengajar anak tunagrahita. Hasil dari penelitiankomunikasi interpersonal Guru dalam mengajar anak tunagrahita di SDLB Budi Mulya mengungkapkanbahwa: komunikasi interpersonal yang guru tunagrahita lakukan saat mengajar anak tunagrahita dengan cara mengindividualkan murid sesuai dengan kemampuan mereka. Komunikasi interpersonal yang guru lalukan dengan cara memperjelas bahasa verbal dengan pesan yang kongkret dan bahasa nonverbal berupa bahasa isyrat, sentuhan, kontak mata serta prosemik dengan pengulangan pesan yang berkali-kali, hingga mendapatkan hasil yang guru inginkan. Hambatan anak tunagrahita timbul karena rendahnya kecerdasan mereka yang mengakibatkan hambata pada atensi, daya ingat, bahasa, dan akademik, sehingga guru membuat solusi berupa metode pengajaran yang tepat dan menerapkan sistem reward atau konsekuensi. Faktor pendukung sangat dibutuhkan seperti media peraga, fasilitas, dan dukungan orang-orang terdekat anak tunagrahita. Faktor pendukung dilakukan untuk memudahkan siswa dalam belajar dan memotivasi murid tunagrahita. Keberhasilan komunikasi interpersonal dapat dilihat dari tindakan siswa tunagrahita mau menjalankan instruksi guru, mau mengubah kebiasaan-kebiasan buruk, perkembangan motorik semakin meningkat dan memahami bahasa-bahasa baru.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 13
Tanggal Publikasi: 16 Jun 2022
Dibuat: 16 Jun 2022 02:51
Diupdate: 08 May 2026 23:20