Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Berdasarkan Kemampuan Siswa SMA
Abstrak
Masalah yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis adalah berjenis open-ended. Permasalahan open-ended dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik baik dengan kemampuan matematika yang tinggi, sedang maupun rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik stratifield random sampling. Subjek pada penelitian ini merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Plemahan dengan jumlah subjek sebanyak 9 siswa. Untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, penelitian ini menggunakan empat aspek berpikir kreatif, yaitu: kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keterperincian (elaboration), dan keaslian (originality). Proses pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes uraian jenis open-ended materi SPLDV sebanyak 3 butir soal, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam pengecekan keabsahan temuan, penelitian ini menggunakan tektik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi keempat aspek kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keterperincian (elaboration), dan keaslian (originality). Siswa berkemampuan sedang memenuhi aspek kemampuan berpikir kreatif kelancaran (fluency) dan keterperincian (elaboration), sedangkan siswa berkemampuan rendah hanya mampu memenuhi aspek kemampuan berpikir kreatif kelancaran (fluency) saja. Berdasarkan hasil tes dan wawancara menghasilkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal open-ended terdapat pada siswa berkemampuan rendah. Siswa berkemampuan rendah belum terlatih dalam menyelesaikan soal jenis open-ended, sehingga mereka kesulitan dalam menjelaskan hasil pekerjaannya. Berbeda dengan siswa dengan kemampuan tinggi dan sedang, mereka mampu menjelaskan hasil pekerjaannya dalam memperoleh setiap jawaban dengan baik. Siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam memahami soal dan mengembangkan metode penyelesaian, sehingga siswa dengan kemampuan rendah memerlukan pembinaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk melatih dan mengambangkan kreatifitas siswa dalam menyelesaikan permasalah-permasalahan matematika khususnya pada soal-soal jenis open-ended.
Sitasi
Sholeh , Haji Syaibus . (2022). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Berdasarkan Kemampuan Siswa SMA. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Haji Syaibus Sholeh
syaibus.sholeh99@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Haji Syaibus Sholeh |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 03 Aug 2022 |
| Dibuat: | 03 Aug 2022 04:39 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:38 |