Dayq Al-Ṣadr Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maudu’i)
Abstrak
Semua aktivitas manusia didasari oleh hati. Hati merupakan bagian terpenting dari seorang manusia dimana dengan hati tersebut akan menentukan perilaku seseorang. Sehingga apabila hati yang baik akan membawa pemiliknya kepada perilaku yang baik. begitupun sebaliknya jika hati seseorang buruk maka dipastikan perilaku orang tersebut akan menjadi buruk. Namun begitu masih banyak umat muslim yang diliputi oleh kesempitan hati yang menyebabkannya menjadi putus asa dan bertindak dengan berbagai tindakan yang bertentangan dengan aturan syariat islam. Beberapa perilaku kesempitan hati tersebut diantaranya bunuh diri, konsumsi khamr, mencuri dan tindakan buruk lainnya. Dengan begitu maka menjadi penting bagi penulis untuk meneliti dan menjelaskan dengan jelas bagaimana kesempitan hati tersebut di dalam islam menurut Al- Qur’an. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Maud}u>’i>>. metode Maud}u>’i>> merupakan salah satu metode penafsiran Al-Qur’an yang dalam kajiannya hanya berfokus pada sebuah tema tertentu. Hal ini bertujuan agar dapat dengan mudah mengungkapkan makna secara seluruh dari penafsiran ayat baik yang tersurat maupun yang tersirat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Kata Ḍayq al-Ṣadr dalam Al- Qur’an bermakna al-Ṣadr al-jariah (dada sebagai anggota badan). Tetapi makna yang sering ditemukan dalam al-Qur’an ialah makna yang mengarahkan kepada kesempitan hati. Hal ini mampu menjadikan seseorang menjadi putus asa dan jauh dari Allah. 2) kata Ḍayq al-Ṣadr, dalam penafsiran al-Qur’an memiliki dua makna yaitu bermakna dada dan bermakna hati yang sempit. Namun para mufasir sepakat bahwa makna yang tepat dalam menafsirkan Ḍayq al-Ṣadr adalah hati yang sempit. Hal ini dikarenakan kata al-Ṣadr merupakan mudhof ilai dari Ḍayq sehingga makna penafsiran dari kata Ḍayq al-Ṣadr adalah hati yang sempit. 3)Penyebab munculnya Ḍayq al-Ṣadr atau dada yang sempit pada seseorang di pengaruhi oleh kesyirikan, kurang bersyukur dan ketidak ikhlaskan dalam menerima takdir Allah. Sedangkan solusi dalam menyikapi Ḍayq al-Ṣadr yaitu dengan berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ridho atas takdir Allah dan memperbanyak mengingat Allah. Hal ini bisa di buktikan dengan sholat, dzikir dan bertawakal pada Allah.
Sitasi
Bulhaji , Bulhaji . (2022). Dayq Al-Ṣadr Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maudu’i). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Bulhaji Bulhaji
bulhaji31619@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Bulhaji Bulhaji |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 20 |
| Tanggal Publikasi: | 13 Sep 2022 |
| Dibuat: | 13 Sep 2022 06:54 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:53 |