Perkembangan Kognitif-Psikososial Santri Dalam Menghafal Al-Quran Di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Yanbul Quran Tersobo Prembun Kebumen Jawa Tengah

Published ID 70 views 92 downloads
Abstrak

Tahfidz Al-Qur’an di pesantren saat ini masih banyak diminati oleh orang tua untuk memberikan pendidikan Al-Qur’an bagi anak. Sebab, usia anak Sekolah Dasar dikatakan sebagai masa pembentukan kebiasaan dorongan berprestasi atau sebagai masa emas (golden age). Oleh karena itu, hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan memberikan kecerdasan (kognitif) pada anak dengan cara menghafal Al-Qur’an. Disamping itu, perkembangan kognitif menghubungkan antara tingkah laku diri dengan lingkungan dan penyesuaian pemikiran serta dampak yang ditimbulkan dari pengalaman sosial terhadap dirinya dalam menyesuaikan diri di lingkungan. Pondok pesantren tahfidz anak Yanbu’ul Qur’an Tersobo memiliki program utama menghafal Al-Qur’an pada usia anak yaitu usia enam sampai dua belas tahun, akan tetapi penelitian ini berfokus pada usia enam sampai sembilan tahun, karena itu peneliti menggali penelitian yang bertujuan yakni untuk mengetahui bagaimana perkembangan kognitif meliputi perkembangan mengingat, memahami, menerapkan dan untuk mengetahui perkembangan Psikososial, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi santri dalam menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren Yanbu’ul Qur’an Tersobo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu berjumlah enam santri, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan, pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan teknik perpanjangan keikusertaan, ketekunan pengamat dan trianggulasi sumber. Hasil penelitian. Pertama, perkembangan mengingat yaitu tahap awal kemampuan menerima hafalan dengan cara membaca atau menderes ayat yang dihafal, menggunakan jenis mushaf yang sama, niat dan kosentrasi dalam menghafal, tahap kedua kemampuan menyimpan hafalan berupa menggunakan metode takrir (pengulangan), menyetorkan hafalan (talaqqih) dengan tepat, lancar, sesuai kaidah tajwid dan makhorijul huruf. tahap ketiga, kemampuan mengulangi hafalan yaitu dengan cara, melalukan muroja’ah secara talaqqih, Kedua, perkembangan pemahaman yaitu terdiri dari tahapan mengemukakan hafalan dengan metode yanbu’a dan mengemukakan hafalan sesuai kehendak asatidz, menjelaskan kembali pengertian tajdwid dan mencontohkan pelafalan makhorijul huruf, menyiapkan metode dalam menghafal, memahami syarat menghatamkan Al-Qur’an, dan manajemen waktu terhadap aktivitas santri ketika menghafal. Ketiga, perkembangan penerapan berupa, santri dapat menerapkan membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan makhorijul huruf ketika menghafal Al-Qur’an. Keempat, perkembangan sosial berupa, menerapkan tata tertib pesantren, melakukan pendekatan kepada santri dalam lingkungan pesantren, dan membagi waktu antara kegiatan pesantren dan sekolah umum. Kelima, faktor yang mempengaruhi santri menghafal berupa: faktor pendukung: faktor usia, kesehatan, lingkungan, dan motivasi, faktor penghambat: timbulnya rasa jenuh/bosan, kesulitan santri membaca Al-Qur’an secara tartil, dan kelalaian santri dalam mematuhi peraturan pesantren.

Sitasi

Zahroh , Fatimatuz .   (2022). Perkembangan Kognitif-Psikososial Santri Dalam Menghafal Al-Quran Di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Yanbul Quran Tersobo Prembun Kebumen Jawa Tengah. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Fatimatuz Zahroh

fatimatuzzahroh268@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Fatimatuz Zahroh
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 19
Tanggal Publikasi: 14 Sep 2022
Dibuat: 14 Sep 2022 06:21
Diupdate: 08 May 2026 23:54