Konstruksi Sosial Nilai-Nilai Pluralisme Masyarakat di Desa Sekaran Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri
Abstrak
Kata Kunci: Konstruksi, nilai-nilai, pluralisme agama Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki perbedaan mendasar. Salah satunya adalah berkaitan dengan kehidupan keberagamaan. Keberagamaan adalah sebuah sikap yang didasarkan pada kepercayaan seseorang terhadap agama yang dianutnya. Keberagamaan seseorang dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan yang telah diyakini dan diajarkan kepada masing-masing pemeluk agama. Nilai yang sudah diyakini dapat menjadi acuan atau standar bagi dirinya dalam berperilaku. Perilaku pluralis dalam keberagamaan tidak dapat terwujud secara instan karena bukan barang jadi yang dapat langsung turun dari langit. Bukan juga sesuatu yang dapat diterima begitu saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa pluralisme agama merupakan sesuatu yang dibentuk. Ketika pluralitas dikelola dengan baik dan benar maka dapat menjadi pemersatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial nilai-nilai pluralisme pada masyarakat Desa Sekaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memperoleh data yang holistik atas pluralisme agama di Desa Sekaran. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dari hasil wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi. Informan dalam penelitian sejumlah 13 orang yang terdiri dari pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat. Kemudian sumber data sekunder berupa dokumen dan kajian terdahulu yang terkait. Dalam analisis data peneliti menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terbentuknya nilai-nilai pluralisme pada masyarakat Desa Sekaran melalui tiga tahapan. Pertama, tahap eksternalisasi adalah tahap sosialisasi nilai-nilai pluralisme yang dilakukan oleh keluarga, tokoh agama dan pemerintah. Kedua, objektivasi merupakan proses memanifestasikan diri melalui produk-produk kegiatan. Bentuk kegiatan seperti bersih desa, kirim leluhur/ kendurian, tingkeban, anjangsana, gotong royong keamanan, kerja bakti, melayat orang meninggal, dan senam bersama. Ketiga, internalisasi merupakan tahap identifikasi diri dengan dunia sosio-kulturalnya yang kemudian menghasilkan proses adaptasi dan seleksi dalam menerima nilai-nilai pluralisme.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 24 Oct 2022 |
| Dibuat: | 24 Oct 2022 06:12 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:05 |