Dampak Sosiologis Mahasiswa Aktif Yang Sudah Menikah Dalam Proses Belajar (Studi Kasus Di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Urwatul Wutsqo Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang)

Published ID 166 views 91 downloads
Abstrak

Pernikahan merupakan momen bahagia bagi setiap pasangan, karena disinilah dua manusia yang saling mencintai dipersatukan untuk membangun keluarga sendiri. Pernikahan dikalangan mahasiswa bukan sesuatu yang aneh lagi terdengar, karena seringnya mahasiswa menikah sebelum studi mereka selesai, apalagi ketika masa covid 19 melanda, hampir semua tempat dilockdown seperti kantor, pabrik, sekolah dan juga perguruan tinggi sehingga harus bekerja dan belajar dari rumah, mungkin hal inilah membuat banyak mahasiswa yang melangsungkan pernikahan dikarenakan mereka tidak mempunyai kegiatan apa-apa. Lantas, apakah pernikahan pada mahasiswi yang aktif merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan terganggunya proses belajar di perguruan tinggi, mungkin bisa saja terjadi, namun, apakah pernikahan mashasiswa merupakan sesuatu yang aneh, realitanya tidak aneh lagi karena menikah pada masa saat kuliah bagi kalangan mahasiswa merupakan sesuatu yang banyak terjadi sekarang. penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, penelitian hukum empiris sendiri merupakan salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan mengkaji bekerjanya hukum dalam masyarakat. Penelitian hukum empiris beranjak dari kesenjangan antara das solen dengan das sein, yaitu kesenjangan teori dan realita yang terjadi dilapangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum sebab terfokus pada perilaku yang berkembang dimasyarakat. Sosiologi hukum melihat, memahami dan menerima hukum sebagai bagian dari kehidupan manusia yang tidak bisa dipisahkan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tanggung jawab mahasiswa yang menikah dalam menjaga keharmonisan keluarga memiliki cara yang berbeda-beda seperti mereka harus saling mengerti, menanamkan rasa kasih sayang terhadap anggota keluarga, menyediakan waktu yang cukup baik itu hanya sekedar berkumpul, saling menurunkan ego ketika terjadi konflik dll. Pernikahan mahasiswa bukan halangan untuk dapat meningkatkan proses belajar diperguruan tinggi, kenyataan dilapangan bahwa mereka semakin semangat untuk meningkatkan kualitasnya di perguruan tinggi, ketika ada penurunan proses belajar diperguruan tinggi itu bukan kesalahan karena menikah melainkankan itu masalah manajemen waktu yang kurang baik. Salah satu alasan mahasiswa tetep semangat untuk kuliah karena mempunyai motivasi didalam diri yang kuat serta dorongan dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, meskipun dengan adanya peran ganda ini menjadikan para mahasiswa yang sudah menikah ini agak kurang mempunyai waktu untuk berkumpul dengan teman atau masyarakat.

Sitasi

Nugroho , Aqiel Khofifi .   (2022). Dampak Sosiologis Mahasiswa Aktif Yang Sudah Menikah Dalam Proses Belajar (Studi Kasus Di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Urwatul Wutsqo Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Aqiel Khofifi Nugroho

aqielnugroho@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Aqiel Khofifi Nugroho
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 17
Tanggal Publikasi: 01 Nov 2022
Dibuat: 01 Nov 2022 07:50
Diupdate: 09 May 2026 00:06