INTERAKSI SOSIAL JAMAAH LDII DI DESA SIDOKARE KECAMATAN REJOSO KABUPATEN NGANJUK
Abstrak
Interaksi sosial merupakan sebuah kunci utama dalam hidup bermasyarakat yang beragam, dan dalam menjalin sebuah interaksi sosial itu perlu adanya sikap saling menghormati dan menghargai atas adanya perbedaan untuk menghindari resiko konflik yang dapat mengarah pada kekerasan, pertengkaran, diskriminasi dan juga perpecahan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pola interaksi antara jamaah LDII dengan masyarakat yang bukan LDII di desa Sidokare serta mengetahui bagaimana respons masyarakat desa Sidokare dalam menyikapi adanya kelompok jamaah LDII di sekitar mereka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah beberapa kelompok jamaah LDII dan juga masyarakat desa Sidokare. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran proposisi nilai dari George Homans, bahwa semakin bernilai hasil tindakan bagi seseorang, maka orang tersebut akan cenderung melakukan tindakan serupa, dalam proposisi nilai George Homans memperkenalkan konsep imbalan dan hukuman, dimana imbalan merupakan tindakan yang bernilai positif dan lebih cenderung melahirkan perilaku yang diinginkan, sedangkan hukuman merupakan tindakan yang bernilai negatif, dimana aktor kurang cenderung menampilkan perilaku yang tidak di inginkan. Hasil penelitian ini yang pertama mengenai pola interaksi dan hubungan LDII dengan masyarakat desa sidokare terjalin dengan baik dan juga memiliki hubungan interaksi yang sangat intens dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yang mana hal tersebut terlihat dalam bentuk kerjasama yang keduanya lakukan ketika menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari dalam berbagai bidang diantaranya bidang keagamaan, budaya, sosial, dan ekonomi. Kedua mengenai respons masyarakat Sidokare menanggapi adanya kelompok LDII di sekitar mereka, bahwa pada awalnya tidak menerima dan menuai penolakan atas keberadaan LDII di desa Sidokare, yang mana penolakan masyarakat Sidokare dengan adanya kelompok jamaah LDII ini dilatar belakangi oleh sikap anggota jamaah LDII sendiri yang pada saat kemunculannya terkesan tertutup dan seakan tidak mau bergaul, dan menjauh dengan masyarakat Sidokare, ditambah lagi dengan asumsi atau kontroversi yang beredar bahwa LDII ini merupakan aliran yang sesat sehingga membuat masyarakat desa Sidokare merasa tidak nyaman dan mengambil jarak dengan anggota jamaah LDII, namun seiring berjalannya waktu masyarakat desa Sidokare mampu menerima keberadaan anggota jamaah LDII dalam lingkungan desa Sidokare karena anggota jamaah LDII mulai terbuka dan mau berbaur dengan masyarakat desa Sidokare serta organisasi LDII sudah diakui oleh pemerintah yang sah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang resmi dan legal melalui peraturan pemerintah nomor 18 tahun 1985.
Sitasi
Putri , Ratih Wandany . (2022). INTERAKSI SOSIAL JAMAAH LDII DI DESA SIDOKARE KECAMATAN REJOSO KABUPATEN NGANJUK. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Ratih Wandany Putri
ratihwandany16@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Ratih Wandany Putri |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 14 Nov 2022 |
| Dibuat: | 14 Nov 2022 06:09 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:10 |