Representasi Pesan Tentang Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Serial Drama Korea HUSH Dalam Perspektif Komunikasi Islam
Abstrak
Kode etik jurnalistik yang merupakan sebuah jantung dari produk jurnalistik dan menjadi rambu dalam dunia jurnalistik nyatanya masih sangat rawan untuk dilanggar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pesan tentang pelanggaran kode etik jurnalistik dalam perspektif Islam terhadap serial drama Korea HUSH yang ditayangkan pada tahun 2019 dengan jumlah 16 episode. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan metode semiotika model Pierce, serta memiliki sumber data primer berupa beberapa episode dari serial drama Korea HUSH. Dimulai dengan menonton keseluruhan drama, proses penelitian dilanjutkan dengan mencatat adegan dalam drama yang menunjukkan representasi terjadinya sebuah pelanggaran kode etik jurnalistik. Kemudian memadukan semua temuan, baik teori maupun temuan baru dari serial drama yang telah didapatkan datanya. Dilanjutkan dengan menganalisis segala temuan. Dan yang terakhir adalah mengkritisi dalam hasil penelitian. Serial drama Korea HUSH ini memiliki representasi beberapa pelanggaran kode etik jurnalistik, diantaranya ialah pemalsuan fakta dalam sebuah pemberitaan, penerbitan berita bohong, sikap tidak independen, ketidakberimbangan dalam perilisan sebuah berita, melanggar kemerdekaan dan kebebasan pers, sikap tidak profesional, hingga penerimaan gratifikasi dan suap. Dari lima kasus yang terdapat dalam drama ini, representasi tentang pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan dengan penggunaan tanda dan alur cerita. Penggunaan tanda dan alur cerita dalam serial drama ini nyata, sehingga membuat pemirsa dapat memahami terdapatnya praktik pelanggaran kode etik jurnalistik. Secara umum, pesan-pesan kebaikan yang ingin disampaikan dari adanya penggambaran pelanggaran kode etik jurnalistik dalam serial drama ini sesuai dengan tafsir dari ayat-ayat Al-Quran dalam penelitian ini, yang intinya menjelaskan tentang seruan supaya manusia berbuat kebaikan dan tidak membuat kerusakan di bumi, selalu mengerjakan sesuatu sesuai dengan perintah Allah, senantiasa menegakkan keadilan, peringatan dari Allah untuk selalu meneliti kembali berita-berita yang ada supaya tidak mencelakakan suatu kaum, dan juga larangan untuk melakukan suap. Tafsir-tafsir tersebut merupakan kajian dari ilmu Al-Quran oleh pada mufasir, seperti M. Quraish Shihab dan Sayyid Quthb.
Sitasi
Rosyidah , Thalia Fikriatur . (2022). Representasi Pesan Tentang Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Serial Drama Korea HUSH Dalam Perspektif Komunikasi Islam. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Thalia Fikriatur Rosyidah
tfrosyidah@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Thalia Fikriatur Rosyidah |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 14 |
| Tanggal Publikasi: | 21 Dec 2022 |
| Dibuat: | 21 Dec 2022 07:48 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:19 |