Konsep Israf Dalam Perspektif Al-Quran Dan Relevansinya Dengan Fenomena Flexing (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar Dan Al-Misbah)
Abstrak
Penelitian ini berawal dari fenomena-fenomena dari masyarakat saat ini. Khususnya dalam masalah Israf, yang mana masalah ini sangat sepele, akan tetapi banyak manusia yang tidak menyadarinya. Israf adalah perbuatan yang berlebih-lebihan. Hal ini dapat menimbulkan kesombongan. Penelitian ini juga mengkaitkan dengan fenomena flexing (pamer kekayaan). Penulis melakukkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penafsiran dan analisis ayat-ayat Israf serta relevansi dengan fenomena flexing dan cara meminimalisirnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan, meliputi al-Quran sebagai sumber data primer dan kitab tafsir, buku, ensiklopedia, jurnal, skripsi, disertasi, aplikasi kitab, dan situs internet sebagai sumber data sekundernya. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Serta dianalisis menggunakan metode content analisis dan analisis tafsir menggunakan metode muqaran. Hasil penelitian yang ditemukan, bahwasannya penggunaan lafazIsraf terkadang digunakan dalam hal yang berkaitan dengan makan, minun, berinfak, membelanjakan harta dan juga dalam membunuh. Dan term Israf ada yang merujuk kepada orang-orang kafir dan ada juga yang tidak, tergantung pada konteks ayat yang berisi term Israf. Hamka dalam menafsirkan kata Israf pada Qs.al-Furqon ayat 67 dalam kata israf yang artinya, royal atau ceroboh, dan Quraish Shihab menafsirkan makna kata Israf dalam berbagai bentuk, secara garis besar maknanya adalah melampaui batas atau berlebih-lebihan. Sifat yang berlebih-lebihan ini akan membawa seseorang terjerumus kepada kefakiran dan kesombongan. Hal ini berkaitan dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada masa perkembangan zaman dan teknologi saat ini yang semakin tidak bisa terkontrol salah satunya fenomena flexing di media sosial. Bersedekah atau membelanjakan harta yang lebih dari semestinya dapat menjadikan seseorang flexing. Hal ini merupakan sesuatu yang menyimpang dari prinsip hidup dan tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh Allah swt. di dalam al-Quran. Yang mana al-Quran memerintahkan untuk mensyukuri nikmat Allah swt. dan menjauhi perilaku pamer.
Sitasi
Novita , Isfrinna Intan . (2023). Konsep Israf Dalam Perspektif Al-Quran Dan Relevansinya Dengan Fenomena Flexing (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar Dan Al-Misbah). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Isfrinna Intan Novita
novitaisfrinna@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Isfrinna Intan Novita |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 03 Jan 2023 |
| Dibuat: | 03 Jan 2023 04:22 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:22 |