Pemahaman Masyarakat Desa Slumbung Wilayah KUA Kecamatan Ngadiluwih Terhadap Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) (Studi Kasus di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih)

Published ID 150 views 85 downloads
Abstrak

IRA ZULFA SAFITRI, Dosen Pembimbing (Moh. Nafik, M. HI dan Dr. Muhammad Solikhudin, M. H.I,): Pemahaman Masyarakat Desa Slumbung Wilayah KUA Kecamatan Ngadiluwih Terhadap SIMKAH (Studi Kasus di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih). Kata Kunci: Pemahaman Masyarakat, SIMKAH, Calon Pengantin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kondisi yang terjadi di masyarakat dimana pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan SIMKAH di KUA sangatlah penting, karena dengan keberadaan SIMKAH, pencatatan perkawinan akan menjadi lebih mudah. Seperti pemberkasan yang lebih rapih dan efisien, sehingga dalam pencatatannya tidak akan ada berkas yang terlewat maupun kurang. Namun, pada kenyataanya pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Desa Slumbung ini tentang keberadaan SIMKAH dinilai masih kurang, sehingga penelitian ini mengangkat masalah terkait pemahaman masayarakat Desa Slumbung terhadap SIMKAH dan faktor yang mempengaruhi ketidakpahaman masyarakat Desa Slumbung terhadap SIMKAH. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ialah cara kerja penelitian yang menekankan pada aspek pendalaman data demi mendapatkan kualitas dari hasil suatu penelitian. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan). Dimana dalam penelitian ini menitik beratkan pada hasil-hasil pengumpulan data yang bisa didapatkan secara langsung di masyarakat atau narasumber yang telah di tentukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio legal yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana hukum itu bekerja dimasyarakat melalui pasal – pasal yang diatur dalam undang – undang. Sumber data yang digunakan adalah primer yakni wawancara dengan calon pengantin, kepala KUA Kecamatan Ngadiluwih serta tokoh masyarakat yang ada di Desa Slumbung. Data sekunder yakni penelitian terdahulu sebagai bahan rujukan seperti skripsi, tesis, jurnlal dll. Pengumpulan data tersebut ditempuh dengan langkah yaitu Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwasanya Masyarakat terkhusus calon pengantin kurang memahami adanya SIMKAH di KUA Kecamatan Ngadiluwih sebab kurangnya informasi ataupun sosialisasi yang diberikan pihak KUA Kecamatan Ngadiluwih serta Pemerintah Desa Slumbung. Masyarakat hanya memahami adanya SIMKAH, namun tidak faham bagaimana mekanisme SIMKAH dilaksanakan serta bagaimana kinerja pegawai yang mengurus SIMKAH sehingga menimbulkan rasa bingung dan takut dalam pengurusan pencatatan nikah. Program SIMKAH di KUA kurang efektif sebab adanya beberapa faktor yang melatarbelakangi, salah satunya adalah faktor internal yakni kurangnya sosialisasi dari pihak KUA, kurangnya SDM, serta kurangnya fasilitas yang memadai selanjutnya Faktor Eksternal yakni kurangnya partisipasi dari masyarakat serta masyarakat kurang memahami digitalisasi.

Sitasi

Safitri , Ira Zulfa .   (2023). Pemahaman Masyarakat Desa Slumbung Wilayah KUA Kecamatan Ngadiluwih Terhadap Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) (Studi Kasus di Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Ira Zulfa Safitri

irazulfa20@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Ira Zulfa Safitri
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 20
Tanggal Publikasi: 16 Jan 2023
Dibuat: 16 Jan 2023 08:56
Diupdate: 09 May 2026 00:26