Studi Komparatif Pemikiran Tasawuf Buya Hamka Dan Harun Nasution
Abstrak
YUWAN AGUSTINA, 2022. Studi Komparatif Pemikiran Tasawuf Buya Hamka Dan Harun Nasution. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1): Prof. Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M. Ag. dan Dosen Pembimbing (2). Ach. Shodoqil Hafil, M. Fil.I. Kata Kunci: Tasawuf Al-Hallaj, Kehidupan Modern. Harun Nasution dan Buya Hamka merupakan dua tokoh tasawuf yang cukup terkenal di kalangan sufi modern. Hal ini tentu dikarenakan cara pikir dan pandangan keduanya tentang tasawuf itu sendiri. Harun Nasution hakekatnya melihat tasawuf sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada tuhan dengan tidak meninggalkan dunia. Artinya adanya tasawuf seharusnya membuat pemeluknya menjadi cinta dan dekat pada ciptaan Allah. Hal ini tidak jauh berbeda dengan yang di sampaikan oleh Buya Hamka yang juga memperhatikan bahwa tasawuf sebagai bagian dari menikmati hidup, yang berarti bertasawuf tidak berarti meninggalkan dunia. Dalam arti harus ada hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia. Berdasarkan cara pikir kedua tokoh yang terkesan mirip ini maka penulis ingin meneliti lebih lanjut tentang Studi Komperatif Pemikiran Tasawuf Buya Hamka Dan Harun Nasution. Karena pada hakekatnya setiap persamaan pasti ada titik-titik tertentu yang menjadi pembeda sebagai ciri dari tokoh tersebut. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kepustakaan yang bersifat deduktif yakni proses pengambilan data dari umum ke khusus. Sebagaimana lazimnya studi tokoh, pendekatan yang dipakai adalah pendekatan historis (historical approach). Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif- analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Kesamaan konsep tasawuf yang di tawarkan antara Hamka dan Harun terletak pada tiga aspek yang berkaitan dengan nilai dan ketuhanan. Ketika berbicara tentang hakekat ketuhanan maka akan muncul yaitu eksistensi tuhan yang berbeda dengan makhluk dan hukum alam. 2) Harun Nasution secara umum mengelompokkan keberadaan nilai yang menjadi hakekat tuhan dari akal manusia. Dimana dengan akal tersebut manusia akan membedakan antara yang hak dan yang batil. Sedangkan hakekat adalah wahyu yang berarti terikat dalam kondisi dimanax manusia tidak bisa sampai pada dimensi tersebut. 3) Melihat kedua konsep tasawuf pada paparan sebelumnya maka tasawuf Hamka lebih cenderung pada tasawuf klasik sedangkan Harun Nasution lebih kepada tasawuf modern. Tidak sampai disitu berbagai perbedaan lebih jauh juga dapat dilihat pada corak tasawufnya yaitu tasawuf Buya Hamka cenderung pada fiqh sedangkan Harun lebih kepada akhlak walaupun keduanya memiliki titik yang sama yaitu berbau tasawuf filsafat.
Sitasi
Agustina , Yuwan . (2023). Studi Komparatif Pemikiran Tasawuf Buya Hamka Dan Harun Nasution. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Yuwan Agustina
yuwan.4gustina@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Yuwan Agustina |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 17 Jan 2023 |
| Dibuat: | 17 Jan 2023 06:46 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:25 |