Evolusi Religi dalam Pahargyan Adat Longkangan di Teluk Sumbreng Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek
Abstrak
Pahargyan Adat Longkangan di Teluk Sumbreng merupakan upacara labuh laut yang diadakan sebagai simbol perwujudan rasa syukur nelayan di Teluk Sumbreng atas nikmat Allah SWT, yang rutin digelar setiap tahun di Bulan Selo penanggalan Jawa. Simbol rasa syukur ini ditandai dengan dilarungnya tumpeng agung ditengah laut Selatan Jawa menggunakan perahu motor nelayan sebagai peringatan rasa syukur kepada leluhur maupun nenek moyang yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng, dan Ngadipuro Munjungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evolusi agama dan prosesi yang ada dalam ritual Pahargyan Adat Longkangan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dalam menggali data. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh E.B Tylor tentang evolusi religi. Dalam tahapan mengenai evolusi religi, manusia percaya bahwa semua fenomena alam yang bergerak disebabkan oleh kekuatan yang dipersonifikasikan sebagai makhluk-makhluk yang mempunyai kemauan. Temuan penelitian dalam Pahargyan Adat Longkangan ini mengalami perubahan dan perkembangan dalam agama yang dianut. Pertama, masyarakat tetap menjaga tradisi nenek moyang yang hingga saat ini banyak mengalami perubahan agama, dari menganut ajaran primitif menjadi mempercayai kepercayaan ilmu sejati selanjutnya menganut agama Hindu hingga sekarang menganut agama Islam. Upacara adat ini juga untuk menghormati warisan nenek moyang yang dituangkan dalam prosesi pelarungan tumpeng agung dari hasil bumi sebagai wujud syukur dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap hasil laut yang telah diberikan. Kedua, prosesi dari tahun ke tahun tidak mengalami banyak perubahan, hanya ada beberapa yang mengalami perubahan seperti pembacaan doa yang dipanjatkan dan pelaksanaan sebelum malam puncak. Prosesi upacara ini dilakukan dalam 3 waktu yaitu pra prosesi, prosesi pelarungan tumpeng agung pada pagi hari dan upacara inti Longkangan pada malam hari. Walaupun sudah terjadi evolusi agama yang berlangsung cukup lama, ternyata elemen agama primitive masih tetap bertahan dan tidak terhapus dengan datangnya agama baru, baik itu agama Hindu maupun Islam.
Sitasi
Fariha , Intan Shofiatul . (2023). Evolusi Religi dalam Pahargyan Adat Longkangan di Teluk Sumbreng Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Intan Shofiatul Fariha
intanshofiatul6@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Intan Shofiatul Fariha |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 06 Jun 2023 |
| Dibuat: | 06 Jun 2023 04:13 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:36 |