Resepsi Hadis-Hadis Misoginis Di Kalangan Santri Pondok Pesantren Mojo Kabupaten Kediri
Abstrak
ABSTRAK AHMAD ADE MAHFUDZIN. Dosen Pembimbing Drs. Hamam Thontowi, M.Pd.I dan Kholila Mukaromah, S.Th.I., M.Hum. RESEPSI HADIS-HADIS MISOGINIS DI KALANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN MOJO KABUPATEN KEDIRI, Ilmu Hadits, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2022. Kata kunci: Resepsi, hadis-hadis misoginis, santri pondok pesantren. Hadis-hadis yang berbau misoginis sangat perlu untuk ditelaah ulang dan dijelaskan konteks historis kemunculannya serta direlevansikan dengan situasi saat ini. Sehingga, santri bisa memikirkan bagaimana sebenarnya hadis itu difungsikan sebagai salah satu sumber ajaran Islam, sebagai contohnya hadis-hadis tentang mayoritas perempuan sebagai penghuni neraka. Hadis-hadis Nabi yang oleh tekstual waktu menunjukkan deskriminasi jenis kelamin, sehingga keberadaan hadis-hadis harus memperhatikan proses penafsiran maksud/artinya dalam urutan tidak untuk kesalahpahaman di dalam mengerti hadis-hadis tersebut. Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pola resepsi hadis-hadis misoginis di kalangan santri Pondok Pesantren Mojo Kabupaten Kediri? (2) Apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi pola resepsi hadis-hadis misoginis di kalangan santri Pondok Pesantren Mojo Kabupaten Kediri? Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif- analitis, yang diperoleh dari kegiatan berpikir analitik dan bermaksud untuk membuat uraian dan paparan mengenai situasi-situasi/kejadian-kejadian. Jenis data dalam penelitian adalah data tidak tertulis dan data tertulis. Prosedur pengumpulan data dengan metode wawancara (interview), metode pengamatan (observasi), dan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan trianggulasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah (1) Pola resepsi didasarkan pada hasil pemahaman santri terhadap keempat hadis misoginis di kalangan santri Pondok Pesantren Mojo Kabupaten Kediri terbagi menjadi tiga:: (a) Santri memahami hadits-hadits cenderung secara tekstualis. (b) Santri memahami hadits-hadits misoginis secara kontekstual. (c) Santri tidak mampu memahami hadits-hadits misoginis. (2) Kontruksi hadits misoginis terhadap kehidupan santri Pondok Pesantren Mojo Kabupaten Kediri terjadi dalam tiga fase:: (a) Fase eksternalisasi yakni momen di mana seorang melakukan adaptasi diri terhadap lingkungan sosial yang sifatnya terbuka. (b) Fase internalisasi proses, pemahaman para santri yang secara tekstual telah mengalami proses internalisasi. (c) Fase obyektifitasi, dengan pemahaman para santri yang terlalu tekstual dalam memahami hadits-hadits misoginis.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 02 Feb 2023 |
| Dibuat: | 02 Feb 2023 06:52 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:29 |