Larangan Pernikahan Bagi Calon Pengantin Yang Memiliki Weton Geyeng Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Katerban Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk)

Published ID 142 views 110 downloads
Abstrak

ABSTRAK ADELIA ARI MARGARETA, Dosen Pembimbing: Dr. Hj. NURUL HANANI, M.HI dan YULI ASTUTI HASANAH, M.Pd : Larangan Pernikahan Bagi Calon Pengantin Yang Memiliki Weton Geyeng Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Katerban KecamatanBaron Kabupaten Nganjuk). Hukum Keluarga Islam, Syari‟ah, IAIN Kediri, 2021. Kata kunci: Pernikahan Geyeng, Weton, „Urf Masyarakat Desa Katerban memiliki berbagai macam tradisi dalam hal pernikahan. Sebelum melangsungkan pernikahan ada kebiasaan yang selalu dipertimbangkan yaitu perhitungan weton. Salah satu weton yang dilarang dalam hal pernikahan di Desa Katerban yaitu weton geyeng atau wage dan pahing. Mitos yang tersebar yaitu dampak yang terjadi apabila melanggar larangan ini maka tidak akan mendapat kebahagiaan dan keharmonisan dalam berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan praktik masyarakat Desa Katerban mengenai larangan pernikahan geyeng dan menjelaskan tinjauan „urf terhadap larangan pernikahan bagi calon pengantin yang memiliki weton geyeng Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang dimana kehadiran peneliti di lapangan sangat diperlukan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah wawancara dengan teknik purposive sampling dengan informan yaitu tokoh agama, sesepuh desa, masyarakat Desa Katerban, pelaku atau pasangan geyeng, calon pengantin yang berweton geyeng dan kepala Desa Katerban untuk mengetahui keadaan wilayah Desa Katerban, selebihnya data tambahan seperti dokumen berupa foto, artikel, dan jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Hampir seluruh masyarakat DesaKaterban menerima adanya tradisi larangan pernikahan Geyeng ini karena mereka menganggap bahwa apa yang diperintahkan dan dilarang oleh nenek moyang terdahulu memang ajaran yang baik dan wajib dilaksanakan. Kedua, Jika larangan pernikahan ini ditinjau dari prespektif „urf termasuk kedalam „urf shahih apabila masyarakat Desa Katerban mengaggap bahwa segala cobaan dan ujian yang datang dalam rumah tangga adalah cobaan yang datangnya dari Allah dan termasuk kedalam „urf fasid jika masyarakat Desa Katerban menganggap bahwa segala ujian rumah tangga adalah murni datangnya disebabkan oleh weton geyeng ini.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 15
Tanggal Publikasi: 06 Feb 2023
Dibuat: 06 Feb 2023 07:20
Diupdate: 09 May 2026 00:29