Makna Pengulangan Lafaz Pada Qs. An-Naml[27]: 60-64

Published ID 184 views 58 downloads
Abstrak

Penelitian dalam skripsi ini adalah mengkaji secara analitis tentang al-Tikra>r atau pengulangan lafaz yang terdapat pada QS. an-Naml[27]: 60-64, yang mana di dalamnya memiliki banyak sekali hikmah dan hal yang perlu dipelajari. Skripsi ini merupakan jawaban terhadap sebagian orang yang beranggapan bahwa pengulangan lafaz yang terdapat di dalam al-Qur’an adalah sesuatu yang tidak sistematis, bahkan terbilang sebagai suatu kesalahan atau kecacatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (Library Research) yang dilakukan dengan cara mencari data primer berupa al-Qur’an dan beberapa kitab Tafsir, sedangkan sumber data sekunder berupa jurnal, skripsi, ensiklopedia Islam, ensiklopedia al-Qur’an, dan buku-buku yang berkaitan dengan pengulangan ayat, lafaz, maupun kisah dalam al-Qur’an. Kemudian, pembahasan di dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, maud{u>’i dan kontekstual. Skripsi ini merupakan reinterpretasi makna pengulangan lafaz dengan metode tafsir maud{u>’i. Dan kontekstualisasi pemahaman hikmah digali melalui paradigma integrasi-interkoneksi dengan pendekatan ilmu sosial dan tauhid. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai literatur dan analisa yang dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa dua lafaz yang diulang sebanyak lima kali dalam QS. an-Naml[27]: 60-64 memiliki dua makna yang berbeda. Pertama, “penetapan” bahwa dari sekian banyaknya ciptaan di dunia yang merupakan bukti akan kuasa dan keesaan adalah murni milik Allah, dan tidak ada yang mampu meniru kuasa Allah akan hal itu. Kedua, “pengingkaran” bahwa tidak ada yang patut disembah melainkan hanya Allah semata. Dua makna yang mengarah kepada maraknya kemusyrikan dikalangan masyarakat yang mengaku dirinya sebagai muslim itu terjadi pada zaman sekarang. Maka diperlukanlah penanaman aqidah yang benar-benar harus ditanamkan di dalam jiwa, bukan hanya sekedar mengaku dirinya sebagai umat Islam, tetapi harus diaplikasikan dalam akhlak dan ibadah sehari-hari. Dengan demikian, adanya pengulangan lafaz pada QS. an-Naml[27]: 60-64 memberikan beberapa hikmah diantaranya, tertanamnya aqidah dengan benar, terhindar dari perbuatan syirik, sebagai bentuk cara ber-tafakkur dengan mengaitkan fenomena-fenomena yang terjadi sehingga tertanam dalam diri keimanan yang kuat.

Sitasi

Wulandari , Dewi .   (2023). Makna Pengulangan Lafaz Pada Qs. An-Naml[27]: 60-64. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Dewi Wulandari

dewi.wulandari1926@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Dewi Wulandari
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 21
Tanggal Publikasi: 25 May 2023
Dibuat: 25 May 2023 02:28
Diupdate: 09 May 2026 00:39