Akulturasi Budaya Jawa-Hindu Pada Upacara Piodalan Padmasari Di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk
Abstrak
Kehidupan beragama mempunyai pengaruh terhadap aspek kebudayaan di mana agama juga ikut berperan. Banyak cara yang ditempuh agar nilai agama menjadi bagian dari budaya, salah satunya berperan dalam budaya Jawa. Agama dan budaya Jawa merupakan dua entitas yang berbeda namun dalam kenyataannya agama dan budaya Jawa dapat hidup berdampingan secara damai. Masyarakat Jawa begitu kental dengan tradisi, mereka mempertahankan tradisi di tengah-tengah arus perubahan zaman. Tradisi-tradisi ini diwarisi oleh nenek moyang mereka, masyarakat Jawa menganggap warisan dari nenek moyang ini sebagai pitutur keselamatan. Sebab, tradisi dianggap sebagai jati diri masyarakat. Maka tradisi-tradisi ini dipertahankan oleh masyarakat Jawa dengan tujuan supaya kita tidak terombang-ambing oleh modernisasi saat ini. Tidak semua masalah kehidupan diselesaikan dengan cara rasional dan praktis karena manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan yang tidak dapat diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri. Ada beberapa hal dalam kehidupan harus diselesaikan dengan cara batin seperti dengan cara melakukan upacara piodalan padmasari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian ini bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teori yang dipakai berasal dari Koentjaraningrat tentang kebudayaan dan akulturasi. Kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah keseluruhan sistem gagasan milik manusia dengan belajar. Sedangkan akulturasi menurut Koentjaraningrat timbul apabila suatu kelompok masyarakat dari suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsurunsur asing yang berbeda, unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Hasil penelitian deskriptif ini mengungkapkan bahwa upacara piodalan padmasari adalah upacara yang dilaksanakan umat Hindu Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dengan maksud untuk memperingati hari lahirnya padmasari yang berada di rumah-rumah umat Hindu dan juga sebagai bentuk permohonan keselamatan kepada Sang Hyang Widhi dan roh-roh leluhur. Dalam upacara piodalan padmasari terdapat akulturasi budaya Jawa. Hal ini dapat dibuktikan pada beberapa bagian dalam upacara piodalan padmasari yang memakai budaya Jawa. Yang terletak pada pelaksanaan upacara piodalan padmasari yaitu pada doa, busana, waktu pelaksanaan dan ingkung.
Sitasi
Pratama , Widia Eka . (2023). Akulturasi Budaya Jawa-Hindu Pada Upacara Piodalan Padmasari Di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Widia Eka Pratama
widiaeka1200@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Widia Eka Pratama |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 06 Jun 2023 |
| Dibuat: | 06 Jun 2023 07:20 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:35 |