Larangan durhaka kepada orang tua (analisis maqāṣid al-sharī’ah pada surat al-isra‘ ayat 23 )

Published ID 58 views 114 downloads
Abstrak

Abstrak : Hubungan interaksi dalam keluarga, anak dengan kedua orang tuanya serta sebaliknya semua ada dalam tuntunan dan pengaturan Al Qur’an. Diantara hal yang patut kita cermati adalah ketika ada yat yang berkenaan dengan seruan untuk bertauhid dan beribadah kepada Allah, acapkali diiringi dengan adanya seruan untuk berbakti kepada orang tua, hal ini menegaskan betapa kuatnya kewajiban untuk berbakti serta larangan mendurhakai orang tua. Dalam analisis maqāṣid pada surat al-Isra‘ayat 23 ini ditemukan beberapa hasil temuan, Pertama, Setidaknya ada tiga makna pokok penting dalam surat alIsra‘ayat 23 yaitu ; Tentang kewajiban beribadah menyembah Allah dan larangan menyekutukan-Nya, Tentang Kewajiban Berbuat Iḥsan Kepada Kedua Orang Tua, serta larangan berkata kasar dan perintah berkata yang baik. Kedua, merupakan Maqāṣid al Sharī’ah dari ayat 23 surat al-Isra’ yaitu tentang Kewajiban bertauhid dan Pendidikan karakter. adapun Maqaṣid al-Shari’ah dari larangan durhaka kepada orang tua adalah: 1.ḫifẓ u al din ( menjaga Agama ), 2. Hifdz al Nafs ( menjaga jiwa ), 3. ḫifẓ u al ‘Aqli ( Menjaga Akal ),4. Hifdz al-Nasl ( Menjaga Keturunan), dan 5.Hifdzu al-Mal (Menjaga Harta). Kata Kunci : Tafsir Maqāṣidi, Anak Durhaka, Surat al-Isra‘ ayat 23

Sitasi

Ridwan , Sri .   (2023). Larangan durhaka kepada orang tua (analisis maqāṣid al-sharī’ah pada surat al-isra‘ ayat 23 ). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Sri Ridwan

duankesuma@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Sri Ridwan
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 27 Jul 2023
Dibuat: 27 Jul 2023 02:14
Diupdate: 09 May 2026 00:21