Analisis Pemenuhan Hak Istri Bagi Suami Yang Berpoligamipasca Putusan Perkara Nomor 303/Pdt.G/2021/PA.Mn. Perspektif Hukum Islam
Abstrak
Poligami secara teori dapat dilakukan apabila syarat dan rukunnya terpenuhi. Dalam perkara No. 303/Pdt.G/2021/PA.Mn. suami yang berpoligami karena istri tidak dapat melahirkan keturunan. Ketika suami sudah berpoligami maka suami wajib memenuhi kebutuhan dan nafkah para istrinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemenuhan hak istri bagi suami yang berpoligami pasca putusan perkara No. 303/Pdt.G/2021/PA.Mn dan untuk menganalisis pemenuhan hak istri tersebut dengan perspektif hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian melalui lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, buku-buku, kitab, artikel, dan bahan lain yang berkaitan dengan masalah dalam penelitian ini. Setelah Teknik pengumpulan data maka Langkah selanjutnya adalah analisis deskriptif terhadap data-data yang telah diperoleh, yaitu dapat menyajikan fakta sistematis yang mudah dipahami. Hasil dari penelitian ini menunjkkan bahwa: 1). Suatu alasan suami melakukan poligami apabila istri tidak dapat melaksanakan kewajibannya, salah satunya adalah tidak dapat melahirkan keturunan. Berkaitan denga izin poligami suami telah mendapatkan izin dari istri pertama. Dalam poligami ada hak para istri yang menjadi kewajiban suami dalam perkara No. 303/Pdt.G/2021/PA.Mn. Sudah diberikan sesuai dengan batas kemampuan suami. 2). Pada pasal 4 ayat 2 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan bahwa poligami diperbolehkan apabila istri tidak dapat melahirkan keturunan, maka poligami yang dilakukan suami dibenarkan karena bertujuan untuk mendapatkan keturunan. Selain itu syarat izin poligami dari istri pertama terpenuhi sesuai pasal 4 ayat 1. Setelah melaksanakan pernikahan dengan istri kedua secara sah maka suami dapat memberikan para istrinya hak sebagai pemenuhan nafkahnya, terdapat pada pasal 82 KHI No. 1 Tahun 1991 bahwa suami harus memberikan masing-masing tempat tinggal, namun dalam kenyataannya suami tidak mampu memberikan tempat tinggal kepada istri kedua, mengenai waktu yang diberikan suami kepada istri yang pertama tidak sama dengan istri yang kedua. Adapun menurut pasal 65 ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan adalah kewajiban suami yang melakukan poligami harus berlaku adil kepada para istrinya. Dapat disimpulkan bahwa suami tidak dapat memenuhi nafkah lahir dan batin karena tidak sama dalam kuantitasnya.
Sitasi
Lutfiana , Khofifah . (2023). Analisis Pemenuhan Hak Istri Bagi Suami Yang Berpoligamipasca Putusan Perkara Nomor 303/Pdt.G/2021/PA.Mn. Perspektif Hukum Islam. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Khofifah Lutfiana
khofifahlutfiana350@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Khofifah Lutfiana |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 03 Aug 2023 |
| Dibuat: | 03 Aug 2023 07:38 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:18 |