Fenomena Prank di Media Sosial dalam Perspektif Hadis
Abstrak
LETI LATIPAH, Dosen Pembimbing Dr. M. Zaenal Arifin, M.HI. dan Moh. Misbakhul Khoir, M.Th.I. Fenomena Prank di Media Sosial dalam Perspektif Hadis. Skripsi, Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. 2023. Kata kunci : Prank, media sosial, hadis. Fenomena prank di media sosial semakin marak, baik dilakukan oleh anakanak muda maupun orang tua, baik pemula maupun berpengalaman. Masih sedikit masyarakat Indonesia yang mengetahui makna prank secara terperinci, masih banyak yang belum mengerti makna main-main, bersenang-senang, bergurau serta lelucon sesuai kandungan yang ada di dalam hadis Nabi. Faktor penyebab terjadinya tindakan prank di media sosial yang ada dilingkungan sekitar masyarakat, disebabkan oleh adanya perbedaan kelas sosial masyarakat seperti kelas ekonomi, gender, dan etnisitas. Dampak dari tindakan prank tidak hanya merusak secara fisik saja, akan tetapi hal ini juga dapat merusak atau mengganggu psikis (mental) seseorang yang menjadi korban. Dalam penelitian ini, termasuk penelitian kualitatif atau library research. Metode yang digunakan ialah metode maud }hu>i > (tematik). Menelusuri hadis-hadis beserta pemaknaannya tentang prank dengan kajian ini menjadikan penemuan hadis-hadis yang lengkap dan terperinci. Hal ini diperoleh dari penelitian hadis yakni takhri >j al-hadi >s. Dalam kajian ini, penulis akan kontekstualisasikan fenomena prank dalam kaitannya dengan kasus di media sosial, diperlukan pendekatan ilmiah yang baru terkait kasus di media sosial berupa integritas keilmuan untuk pemahaman yang komprehensif dengan pendekatan psikologi. Hasil dari penelitian ini ialah aksi prank merupakan fenomena sosial yang menarik karena mampu memikat antusiasme dan perhatian publik. Fenomena prank di era milenial saat ini mengalami geliat yang sangat tinggi dan mempengaruhi serta membentuk karakter baru dalam sosio kultur masyarakat. Secara ekplisit, istilah prank tidak ada disebutkan di dalam hadis. Sekalipun begitu, bukan berarti tidak ada sama sekali hadis yang relevan dalam menjelaskan perbuatan prank. Mengacu pada definisi prank yang berarti perbuatan bercanda dan berbohong. Maka, hadis-hadis tentang bercanda menjadi relevan untuk dipilih sebagai hadis yang menanggapi aksi prank. Jika di tinjau dari fenomena zaman sekarang, dapat diketahui bahwa hadis tersebut sama seperti fenomena prank, dimana seseorang membuat lelucon dengan menjahili orang lain, lalu kemudian ia bagikan konten prank tersebut kepada orang lain untuk mengajak mereka menertawakan korban.
Sitasi
Latipah , Leti . (2023). Fenomena Prank di Media Sosial dalam Perspektif Hadis. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Leti Latipah
letilatipah@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Leti Latipah |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 20 |
| Tanggal Publikasi: | 02 Oct 2023 |
| Dibuat: | 02 Oct 2023 02:50 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:01 |