Hubungan self-compassion dengan subjective well-being pada mahasiswa yang menikah saat menempuh masa kuliah di perguruan tinggi Kota Kediri
Abstrak
Tahap perkembangan mahasiswa ada pada masa tahap perkembangan dewasa, dimana individu dianggap sudah mampu dan siap untuk memulai dan membentuk keluarga serta mengelola kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, mahasiswa memerlukan sebuah kemandirian secara emosional. Kemandirian emosional ini tidak lepas dari evaluasi kognitif dan afektif. Hal ini dibuktikan dengan wawancara pendahuluan peneliti kepada mahasiswa yang sudah menikah di perguruan tinggi Kota Kediri tentang evaluasi terhadap kehidupan pernikahannya atau subjective well-being, mahasiswa mengatakan jika dirinya merasa banyak merasakan emosi yang menyenangkan dan sedikit merasakan emosi yang tidak menyenangkan. Walaupun mahasiswa masih berkuliah dan menjalani kewajiban berumah tangga yang dirasa cukup melelahkan, akan tetapi mahasiswa tersebut mampu memiliki keahlian untuk meminimalisir kelelahan yang ia hadapi dengan hal-hal kebaikan atau mampu meningkatkan self-compassion. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui adakah hubungan positif antara self compassion dengan subjective well-being pada mahasiswa yang menikah.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan jenis uji korelasional. Peneliti mengambil tempat penelitian di IAIN Kediri, UIT, UNP, IIK Bhakti Wiyata, dan UNISKA dengan sampel pada penelitian ini berjumlah 73 mahasiswa yang menikah saat menempuh masa kuliah, dimana semua jumlah populasi dijadikan sampel karena tidak lebih dari 100 orang. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan berupa skala psikologi dengan menggunakan acuan penelitian skala likert. Adapun dalam penelitian ini terdiri dari skala psikologi yaitu self-compassion dari teori Kristin Neff dan skala subjective well-being dari teori Diener. Selanjutnya, Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan korelasi sederhana yang memakai aplikasi SPSS 25 for windows. Berdasarkan penelitian ini, didapatkan hasil uji hipotesis menggunakan SPSS 25.0 menunjukkan bahwa terdapat sebesar 32,9% dengan kategori yang memiliki subjective well-being sedang, dan sebesar 38,4% orang yang memiliki perilaku self-compassion sedang. Hal ini juga menunjukkan bahwa diperoleh nilai signifikan (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak yang mana terdapat hubungan yang positif antara self-compassion dengan subjective well-being pada mahasiswa yang menikah saat menempuh masa kuliah di perguruan tinggi Kota Kediri.
Sitasi
Putri , Ana Wahida . (2023). Hubungan self-compassion dengan subjective well-being pada mahasiswa yang menikah saat menempuh masa kuliah di perguruan tinggi Kota Kediri. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Ana Wahida Putri
wahidaana0@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Ana Wahida Putri |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 20 |
| Tanggal Publikasi: | 29 Aug 2023 |
| Dibuat: | 29 Aug 2023 02:05 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:12 |