Potret Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMAN 1 Plosoklaten Dalam Menyelesaikan Soal Non Rutin Pada Materi Barisan Dan Deret Ditinjau Dari Adversity Quotient
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Plosoklaten dalam menyelesaikan soal matematika bertipe non rutin pada materi barisan dan deret ditinjau dari Adversity Quotient. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-MIPA 3 SMAN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri dengan jumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari pemberian tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan pemberian angket untuk mengukur Adversity Quotient. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar tes kemampuan berpikir kritis, pedoman wawancara, dan lembar angket Adversity Quotient. Untuk pengecekan keabsahan data, penelitian ini menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan pengecekan sejawat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur pengambilan data dimulai dari pemberian tes kemampuan berpikir kritis sebanyak 4 soal kepada siswa XI-MIPA 3 sebanyak 36 orang yang sebelumnya telah divalidasi, kemudian peneliti juga memberikan angket Adversity Quotient. Hasil tes dan angket Adversity Quotient dilakukan dianalisis dan dihasilkan 6 subjek siswa yang terdiri dari 2 orang siswa climber, 2 orang siswa camper, dan 2 orang siswa quitter untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan tingkat Adversity Quotient tinggi (Climber) dapat menyelesaikan 4 soal bertipe non rutin dan memenuhi indikator berpikir kritis: clarification, assessment, strategy, dan inference yang masing-masing dalam kategori tinggi. Siswa berdasarkan dengan Adversity Quotient sedang (Camper) dapat menyelesaikan 4 soal bertipe non rutin dan memenuhi indikator berpikir kritis: clarification dalam kategori sedang, assessment dalam kategori sedang, strategy dalam kategori sedang, dan inference dalam kategori tinggi. Siswa dengan tingkat Adversity Quotient rendah (Quitter) memenuhi indikator berpikir kritis: clarification dalam kategori sedang, assessment dalam kategori sedang, strategy dalam kategori rendah, dan inference dalam kategori rendah.
Sitasi
Mayori , Jesiana Ayu Lintang . (2023). Potret Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMAN 1 Plosoklaten Dalam Menyelesaikan Soal Non Rutin Pada Materi Barisan Dan Deret Ditinjau Dari Adversity Quotient. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Jesiana Ayu Lintang Mayori
jesiana19@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Jesiana Ayu Lintang Mayori |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 17 |
| Tanggal Publikasi: | 04 Sep 2023 |
| Dibuat: | 04 Sep 2023 04:53 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:08 |