Konstruksi Perilaku Religius pada Karyawan Ayam Geprek Sai di Desa Mojo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri
Abstrak
Perkembangan usaha syariah di Indonesia telah menjadi tren bagi pelaku bisnis dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, kunci sukses perkembangan usaha syariah tidak lepas dari pengelolaan dari perusahaan. Maka bentuk pengelolaan untuk kesuksesan dan perkembangan suatu usaha syariah yakni dengan memberikan konsep keagamaan yang ditujukan kepada karyawan dengan penanaman nilai-nilai religius agar karyawan tidak kurang pengetahuan keagamaan dan juga dapat membantu memahami hal-hal yang berkaitan dengan ajaran agama. Sehingga karyawan terhindar dari perilaku menyimpang dan karyawan dapat memiliki perilaku yang religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi perilaku religius pada karyawan Ayam Geprek Sa’i di Desa Mojo dan mengetahui faktor penghambat serta faktor pendukung dalam proses konstruksi perilaku religius pada karyawan Ayam Geprek Sa’i di Desa Mojo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menggali data pada penelitian ini. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Proses eksternalisasi, ketika pemilik restoran Ayam Geprek Sa’i memiliki keagamaan yang sangat kuat ingin membentuk pesantren kuliner dengan SOP berbasis spiritual company seperti shalat dhuha, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, sedekah jum’at, sedekah janda dan pengajian bulanan dengan keteladanan dari pimpinan menjadi contoh untuk karyawan. Proses objektivasi, ketika ketakutan karyawan terhadap sanksi, penerimaan karyawan menjalankan SOP berbasis spiritual company dengan melaksanakan kegiatan keagamaan dan pengembangan SDM melalui pelatihan dari restoran Ayam Geprek Sa’i. Proses internalisasi, ketika terbentuknya dispilin ibadah seperti karyawan menjalankan SOP berbasis spiritual company dengan melaksanakan kegiatan keagamaan di restoran maupun dirumah dan dampak dari pelaksanaan kegiatan keagamaan menjadikan karyawan yang peduli, syukur, sabar, rendah hati dan jujur. Selanjutnya faktor penghambat dalam proses konstruksi perilaku religius karyawan dengan adanya karakter bawaan karyawan yang keras kepala, latar belakang pendidikan karyawan yang berbeda-beda dan teman kerja yang malas akan mempengaruhi karyawan lain. Sedangkan faktor pendukung dalam proses konstruksi perilaku religius karyawan dengan adanya aturan seperti SOP berbasis spiritual company yang membuat karyawan tetap patuh terhadap aturan, adanya pengawasan dari Supervisor dan Supervisor Spiritual, dan sarana prasarana yang lengkap untuk menjalan SOP berbasis spiritual company.
Sitasi
Setiyawan , Alfin . (2023). Konstruksi Perilaku Religius pada Karyawan Ayam Geprek Sai di Desa Mojo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Alfin Setiyawan
alfinsetiyawan16@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Alfin Setiyawan |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 07 Sep 2023 |
| Dibuat: | 07 Sep 2023 07:33 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:07 |