Resiliensi Keluarga Dalam Pengasuhan Anak Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) Di Biro Psikologi “Mahya Consultant” Kediri

Published ID 177 views 74 downloads
Abstrak

Hal yang paling sulit untuk dihadapi keluarga adalah diri mereka sendiri di depan anak-anak mereka, apalagi jika dibarengi dengan kesulitan keluarga lainnya yang bisa membuat mereka tertekan, stres, dan sedih. Keluarga dengan anak penyandang hiperaktif lebih sulit berinteraksi dengan anaknya sehingga lahirnya anak dengan gangguan Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) merupakan tugas yang sulit bagi setiap keluarga. Oleh karena itu, resiliensi keluarga merupakan hal terpenting yang dibangun sebagai hasil dari upaya penyesuaian diri terhadap keterpurukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi keluarga dalam pengasuhan anak Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi keluarga dalam pengasuhan anak Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) di Biro Psikologi “Mahya Consultant” Kediri. Metode yang digunakan penelitian ini melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi dengan 12 subjek yaitu ayah dan ibu dari pengasuh 6 anak Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) dan 6 subjek significan others yaitu terapis dari 6 anak ADHD di Biro Psikologi “Mahya Consultant” Kediri. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara semi terstruktur (2) observasi (3) Dokumen. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi data dengan sumber dan triangulasi data dengan teknik. Kemudian analisis data melalaui 3 proses yaitu : (1) reduksi data (2) penyajian data (3) kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran resiliensi keluarga ada dalam sistem kepercayaan adanya pemaknaan terhadap permasalahan yang terjadi dengan memaknai sejak awal dan membutuhkan proses, pandangan positif dalam keluarga berbeda-beda meyakininya, lalu keyakinan trasedental dominan tidak menyalahkan Tuhan. Pola organisasi adanya fleksibilitas, keterhubungan, serta sumber daya sosial dan ekonomi mempunyai kesamaan dalam pengasuhan. Dalam proses komunikasi adanya kejelasan dan pemecahan masalah secara kolaboratif yang dibangun dengan sama dengan cenderung saling mengobrol serta ungkapan emosi dengan yang sama cenderung istri ditenangkan suami. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi dalam resiliensi keluarga yaitu dalam durasi situasi sulit adanya jangka waktu bertahan masa krisis, menghadapi perubahan kondisi keluarga, dan menangani kesulitan dengan jangka waktu lebih singkat sehingga bisa lebih fokus dari awal perkembangan dan lebih membutuhkan waktu. Pada tahap perkembangan ada permasalahan yang dihadapi dengan anak susah dikendalikan, pantangan makanan ADHD, dan pengasuh yang seimbang dengan orang tua maupun terapis. dukungan keluarga lebih ke Tuhan dan perkembangan anak lebih baik. Lalu pada penyesuaian keluarga cenderung berkomunikasi dan menjalani dengan santai. Lalu pada dukungan internal dan eksternal dengan masing-masing mendapat dukungan dengan diterima.

Sitasi

Anggraini , Risa .   (2023). Resiliensi Keluarga Dalam Pengasuhan Anak Attention-Deficit/Hyperactiv Disorder (ADHD) Di Biro Psikologi “Mahya Consultant” Kediri. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Risa Anggraini

anggrainirisa15@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Risa Anggraini
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 08 Sep 2023
Dibuat: 08 Sep 2023 08:10
Diupdate: 09 May 2026 00:07