Analisis Model Manajemen Peserta Didik Single-Sex Education Dan Co-Education (Studi Kasus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar Dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri)

Published ID 161 views 140 downloads
Abstrak

Perdebatan seputar manajemen peserta didik yang lebih baik antara single-sex education dan co-education masih terus berlangsung selama beberapa dekade terakhir. Banyak peneliti telah berusaha menyandingkan keduanya untuk kemudian dilakukan analisis dari berbagai sudut pandang. Secara umum disimpulkan bahwa single-sex education mampu mendatangkan keuntungan dari segi akademik khususnya pada perempuan, sementara co-education mampu mendatangkan keuntungan dari segi keterampilan sosial khususnya pada laki-laki. Di sisi lain, beberapa pihak mengklaim bahwa perbandingan keduanya dianggap mustahil mengingat keberadaan lembaga yang dinilai kurang setara. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji topik tersebut dengan mengambil lokasi di MTsN 1 Kota Blitar dan MTsN 2 Kota Kediri, dua madrasah yang sama-sama berada di bawah naungan langsung pemerintah dan menjadi madrasah favorit di kotanya. Fokus dari penelitian ini adalah mengkaji serta menganalisis model manajemen peserta didik yang diterapkan di MTsN 1 Kota Blitar dan MTsN 2 Kota Kediri. Sementara tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan model manajemen peserta didik di MTsN 1 Kota Blitar dan MTsN 2 Kota Kediri; 2) mendeskripsikan analisis model manajemen peserta didik di MTsN 1 Kota Blitar dan MTsN 2 Kota Kediri. Studi ini menerapkan jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini mengambil dua lokasi, yakni MTsN 1 Kota Blitar dan MTsN 2 Kota Kediri. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data yakni mengadopsi model Miles Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terakhir, pengecekan keabsahan data yang dilakukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) MTsN 1 Kota Blitar menerapkan manajemen peserta didik model single-sex classes dengan jenis segregasi tidak penuh, sementara MTsN 2 Kota Kediri menerapkan manajemen peserta didik model co-education. 2) Relatif tidak ditemukan adanya perbedaan pada poin (a) prestasi dan kreativitas, (b) kepercayaan diri, serta (c) cita-cita dan obsesi masa depan antara MTsN 1 Kota Blitar yang menerapakan single-sex education dan MTsN 2 Kota Kediri yang menerapkan co-education. Namun pada poin (a) asmara dan (b) kemandirian dan indikasi bias gender, MTsN 1 Kota Blitar yang menerapkan single-sex education didapati lebih baik. Sementara pada poin (a) suasana kelas dan (b) keterampilan sosial, MTsN 2 Kota Kediri yang menerapkan co-education didapati lebih baik.

Sitasi

Husniyah , Alfin .   (2023). Analisis Model Manajemen Peserta Didik Single-Sex Education Dan Co-Education (Studi Kasus Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Blitar Dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri). IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Alfin Husniyah

delicatebluee@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Alfin Husniyah
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 18
Tanggal Publikasi: 20 Sep 2023
Dibuat: 20 Sep 2023 06:45
Diupdate: 09 May 2026 00:04