Kontroversi Tradisi Sembah Beringin
Abstrak
ABSTRAK ERMA ASFIYANA. Dosen Pembimbing (1) Prof. Dr. Sardjuningsih, M.Ag dan (2) Asy’ari, M.Ag., Kontroversi Tradisi Sembah Beringin, Skripsi, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2023. Kata Kunci: Kontroversi, Masyarakat, Tradisi, Sembah Beringin Kontroversi merupakan sebuah proses persaingan atau pertentangan yang di tandai dengan suatu ketidapastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan bersama kepribadian seseorang. Dalam hal ini, kontroversi dapat diartikan sebagai pertentangan atau perdebatan antar masyarakat mengenai hal yang berbeda paham. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan : 1) perspektif masyarakat mengenai aspek teologi yang terdapat dalam tradisi Sembah Beringin. 2) persepektif masyarakat mengenai ritual dalam tradisi Sembah Beringin. 3) perspektif masyarakat mengenai simbol dalam tradisi Sembah Beringin. 4) perspektif masyarakat mengenai hubungan tradisi Sembah Beringin dan tradisi Islam. 5) perspektif masyarakat mengenai mitos yang terdapat dalam tradisi Sembah Beringin. 6) perspektif masyarakat mengenai nilainilai yang terdapat dalam tradisi Sembah Beringin, dan selanjutnya 7) implementasi nilai-nilai tradisi Sembah Beringin dalam kehidupan seharihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan melakukan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berlokasi di Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepektif masyarakat mengenai adanya pelaksanaan tradisi Sembah Beringin di Desa Darungan mengalami sebuah perselisihan antara masyarakat yang percaya dan tidak percaya terhadap tradisi Sembah Beringin. Hal ini ditunjukkan dari beberapa penggunaan benda-benda keramat serta kepercayaan hal gaib mengenai tempat yang digunakan untuk melakukan tradisi Sembah Beringin. Masyarakat menganggap bahwa tradisi ini merupakan tradisi warisan nenek moyang, namun untuk yang tidak percaya terhadap tradisi ini menganggap tradisi ini harus dihentikan karena tidak sesuai aturan agama. Akan tetapi, setelah adanya perdebatan antar masyarakat maka masalah tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah serta menjadikan tradisi Sembah Beringin sebagai ruang publik untuk menyampaika
Sitasi
Asfiyana , Erma . (2023). Kontroversi Tradisi Sembah Beringin. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Erma Asfiyana
ermaasfiyana1919@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Erma Asfiyana |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 20 |
| Tanggal Publikasi: | 09 Oct 2023 |
| Dibuat: | 09 Oct 2023 08:08 |
| Diupdate: | 09 May 2026 00:00 |