Perilaku Pengemis Di Kota Kediri Dalam Perspektif Sosiologi Ekonomi Islam (Studi Kasus Barak Penampungan Tuna Karya dan Tuna Wisma Kota Kediri)

Published ID 134 views 198 downloads
Abstrak

Barak Penampungan Tuna Wisma dan Tuna Karya Kota Kediri merupakan tempat tinggal yang disediakan oleh pemerintah Kota Kediri untuk ditempati sementara oleh para gelandangan dan pengemis yang terjaring razia oleh Satpol PP. Para penghuni barak Penampungan yang mayoritas beragama Islam selayaknya mampu untuk bisa menerapkan ajaran dan tuntutan yang diajarkan dalam agama Islam dalam kegiatan sehari-hari mereka. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana perilaku pengemis penghuni Barak penampungan Kota Kediri?, 2) Bagaimana tinjauan sosiologi ekonomi Islam terhadap perilaku pengemis di barak Penampungan Kota Kediri?. Berdasarkan data yang telah peneliti lakukan, jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang. Teknik penelitian ini memperoleh data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan cara menelaah seluruh data yang didapatkan serta memaparkan dan menarik kesimpulan dari data-data yang sudah diperoleh. Tahap akhir dilakukan pengecekan keabsahan data kedalaman observasi dan triangulasi, yaitu mencocokkan hasil temuan penelitian melalui wawancara dengan observasi yang diperoleh dan juga informasi sumber lain. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) perilaku pengemis masih menjadi salah satu budaya negatif di masyarakat. Dalam situasi saat ini banyak fenomena-fenomena yang muncul dan menjadi latar belakang masalah tersebut. Kebiasaan mengemis menjadi salah satu bentuk profesi yang baru dan terorganisir dengan baik. 2) tinjauan sosiologi Islam dari penelitian yang telah dilakukan adalah pengemis penghuni barak penampungan belum sepenuhnya menerapkan kaidah atau norma-norma dalam ajaran ekonomi Islam dan menjadikan suatu masalah sosial yang belum bisa dihentikan polanya. Banyak faktor yang melatar belakangi mereka untuk mengemis, tetapi Islam tidak membenarkan motif yang mereka gunakan untuk dapat mengemis. Mereka menjadikan mengemis sebagai mata pencaharian mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Islam memandang mengemis sebagai suatu fenomena yang negatif dan tidak diperbolehkan untuk dilakukan, karena jika dibiarkan berlama-lama akan menjadi suatu budaya yang menyebabkan kemunduran ekonomi dan terjadi penurunan terhadap produktifitas kerja serta menjadikan orang-orang tidak memiliki martabat.

Kata Kunci
Daftar Author

Belum ada author yang ditambahkan.

Informasi Jurnal
Author Utama:
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 18 Oct 2023
Dibuat: 18 Oct 2023 01:27
Diupdate: 08 May 2026 23:56