Tafsir Al-Quran Di Media Sosial Kajian Tafsir Lisan Ayat Kursi Oleh Gus Baha Di Youtube Santri Gayeng

Published ID 109 views 133 downloads
Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian ini, metode penafsiran lisan oleh Gus Baha adalah gabungan tafsir bi al-ra’yi dan bi al-ma’tsur dengan corak al-Adabi al-Ijtima’i. Dari ciri kelisanannya terdapat lima dari sembilan ciri kelisanan yang ditawarkan oleh Ong. Diantaranya yaitu: 1) Bersifat aditif terlihat ketika beliau menggabungkan dua bahasa Indonesia dan Jawa dalam satu kalimat, 2) Berlebihan dan panjang lebar yakni dengan mengulang-ulang kata yang sudah disampaikan, 3) Dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari yakni terlihat dari contoh yang disampaikan, 4) Empatis dan partisipatif yakni penutur masuk kedalam problem lawan bicara. Jadi, secara emosional lawan bicara juga merasakan karena ada keterlibatan antara penutur dan lawan bicara, 6) Bersifat situasional dari pada abstrak yakni bergantung pada situasi, seperti contoh ketika beliau memanggil jamaahnya dengan panggilan bocah, dul, dan singkek agar terlihat lebih akrab dan terlihat santai. Salah satu ciri kelisanannya membuat pendengar meminati tafsir lisan Gus Baha di media sosial. Selain itu, dalam tafsir lisan Gus Baha ini memiliki empat pesan yang terkandung didalamnya, yaitu tauhid, syukur, tawakal, dan ridho Allah Swt.

Sitasi

Ramadhani , Annisa .   (2024). Tafsir Al-Quran Di Media Sosial Kajian Tafsir Lisan Ayat Kursi Oleh Gus Baha Di Youtube Santri Gayeng. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Annisa Ramadhani

annisaramadhani399@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Annisa Ramadhani
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 16
Tanggal Publikasi: 08 Mar 2024
Dibuat: 08 Mar 2024 08:23
Diupdate: 08 May 2026 23:14