Tafsir Al-Quran Di Media Sosial Kajian Tafsir Lisan Ayat Kursi Oleh Gus Baha Di Youtube Santri Gayeng
Abstrak
Berdasarkan hasil penelitian ini, metode penafsiran lisan oleh Gus Baha adalah gabungan tafsir bi al-ra’yi dan bi al-ma’tsur dengan corak al-Adabi al-Ijtima’i. Dari ciri kelisanannya terdapat lima dari sembilan ciri kelisanan yang ditawarkan oleh Ong. Diantaranya yaitu: 1) Bersifat aditif terlihat ketika beliau menggabungkan dua bahasa Indonesia dan Jawa dalam satu kalimat, 2) Berlebihan dan panjang lebar yakni dengan mengulang-ulang kata yang sudah disampaikan, 3) Dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari yakni terlihat dari contoh yang disampaikan, 4) Empatis dan partisipatif yakni penutur masuk kedalam problem lawan bicara. Jadi, secara emosional lawan bicara juga merasakan karena ada keterlibatan antara penutur dan lawan bicara, 6) Bersifat situasional dari pada abstrak yakni bergantung pada situasi, seperti contoh ketika beliau memanggil jamaahnya dengan panggilan bocah, dul, dan singkek agar terlihat lebih akrab dan terlihat santai. Salah satu ciri kelisanannya membuat pendengar meminati tafsir lisan Gus Baha di media sosial. Selain itu, dalam tafsir lisan Gus Baha ini memiliki empat pesan yang terkandung didalamnya, yaitu tauhid, syukur, tawakal, dan ridho Allah Swt.
Sitasi
Ramadhani , Annisa . (2024). Tafsir Al-Quran Di Media Sosial Kajian Tafsir Lisan Ayat Kursi Oleh Gus Baha Di Youtube Santri Gayeng. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Annisa Ramadhani
annisaramadhani399@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Annisa Ramadhani |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 16 |
| Tanggal Publikasi: | 08 Mar 2024 |
| Dibuat: | 08 Mar 2024 08:23 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:14 |