Penerapan Hybrid Contract Pada Produk Gadai Perspektif Ekonomi Islam di BMT PETA Cabang Pembantu Kediri

Published ID 101 views 136 downloads
Abstrak

Hybrid contract dalam bahasa Indonesia disebut dengan multi akad berarti akad ganda atau akad yang terdiri dari beberapa akad. Hybrid contract merupakan kesepakatan antara dua pihak untuk melakukan penggunaan dua atau lebih akad yang mengakibatkan adanya hukum akad-akad yang terhimpun. Sementara gadai (rahn) merupakan produk pembiayaan yang terdapat di BMT (Baitul Maal wat Tamwil) dengan cara menggadaikan barang sebagai agunan jaminan supaya mendapatkan modal atau pembiayaan dari lembaga. Produk gadai ini akad-akad yang digunakan adalah akad qarḍ, rahn dan ijârah. Akad-akad yang digunakan ini harus sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Prinsip ekonomi Islam adalah suatu upaya dalam mengatur serta menjalankan kegiatan perekonomian sesuai dengan nilai-nilai syari’ah Islam yang berlandaskan pada hukum yang kuat yaitu bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadist. Penelitian ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab rumusan masalah tentang bagaimana mekanisme produk gadai di KSPPS BMT PETA Capem Kediri dan bagaimana penerapan hybrid contract pada produk gadai di KSPPS BMT PETA Capem Kediri dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif-deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari melalui hasil wawancara dengan Manager Cabang, Account Officer, dan anggota gadai KSPPS BMT PETA Capem Kediri, sedangkan dat sekunder penelitian ini diperoleh dari data internal KSPPS BMT PETA Capem Kediri. Selain itu, pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan wawancara dengan Manager Cabang, Account Officer, dan anggota gadai KSPPS BMT PETA Capem Kediri. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini menyatakan bahwa : 1) Mekanisme produk gadai di KSPPS BMT PETA Capem Kediri terdiri dari beberapa tahapan. Pertama calon anggota harus melengkapi persyaratan pembiayaan gadai yang telah ditentukan lembaga. Kedua, anggota membayar biaya-biaya dalam proses transaksi gadai yaitu biaya administrasi dan biaya pemeliharaan dan penyimpanan. Ketiga, prosedur pencairan. Kempat, prosedur pelunasan. 2) Penerapan hybrid contract pada produk gadai di KSPPS BMT PETA Capem sudah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam dimana penggunaan akad qarḍ, rahn dan ijârah pada produk gadai dilakukan secara terpisah dan akad ijârah pada produk gadai berdasarkan nilai taksiran barang gadai bukan berdasarkan pengeluaran nyata.

Sitasi

Bella , Sonia Novita .   (2024). Penerapan Hybrid Contract Pada Produk Gadai Perspektif Ekonomi Islam di BMT PETA Cabang Pembantu Kediri. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Sonia Novita Bella

bellasonianovita@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Sonia Novita Bella
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 27
Tanggal Publikasi: 09 Jan 2024
Dibuat: 09 Jan 2024 03:17
Diupdate: 08 May 2026 23:32