Tikrar Dalam Al-Qur’an (Analisis Pengulangan Kata Każālika Yubayyinullah)
Abstrak
ABSTRAK AHMAD AL FAROBI IBNU FATWA, 2023. Tikrar dalam Al-Qu ’ (A Pengulangan Każālika Yubayyinullāh). Skripsi, Program Studi Ilmu al-Qu ’ d Tafsir, Fakultas Ushuludin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Dr. A. Halil Thahir, M.HI dan (2) Ibnu Hajar Ansori, M.Th.I. Kata kunci: Tikrar, Każālika Yubayyinullāh. Pengulangan ayat menjadi fenomena yang tak terbantahkan dalam al- Quran, banyak ayat yang mengalami tikrar, tikrar tersebut bukanlah tanpa arti, tetapi ia memiliki rahasia-rahasia yang tersembunyi. Skripsi ini mengkaji secara analisis tentang tikrar dalam al-Quran atau pengulangan ayat yang terdapat pada lafaz Każālika Yubayyinullāh, yang mana di dalamnya memiliki arti yang sama namun berbeda dalam setiap penafsirannya. Skripsi ini juga merupakan jawaban terhadap sebagian orang yang tidak menyukai al-Qu ’ , d e ek beranggapan bahwa pengulangan ayat yang terdapat di dalam al-Quran adalah sesuatu yang tidak sistematis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari pustaka, yang di dalamnya mencakup data-data primer dan sekunder. Kemudian pembahasan di dalam penelitian ini bersifat deskriptif yaitu dengan memaparkan tentang pengulangan ayat yang terdapat dalam lafaz Każālika Yubayyinullāh. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai analisa yang dilakukan penulis, dapat diperoleh kesimpulan bahwa setiap lafaz yang diulang sebanyak 9 kali yang terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 187, 219, 242, 266, surah al-Imran ayat 103 surah al-Maidah ayat 89 surah an-Nur ayat 58, 59 dan 61 lafaz tersebut memiliki makna yang sama yaitu sebuah penekanan dalam memberikan pernyataan Allah melalui ayat-ayatnya terhadap suatu permasalahan. Konteks pengulangan Każālika Yubayyinullāh didalam al-Qu ’ y g diulang sebanyak 9 kali, yaitu di surah Al-Baqarah ayat 187, 219, 242, 266, surah Al-Imran ayat 103, surah Al-Maidah ayat 89, surah An-Nur ayat 58, 59 dan 61 mempunyai makna yang sama, yakni sebuah penekanan dalam pemberian pernyataan Allah melalui ayat-ayatnya terhadap suatu permasalahan. Sehingga dengan ayat yang mengalami pengulangan tersebut dapat dipahami oleh manusia karena didalamnya mengandung banyak hikmah dan rahasia, diantaranya yaitu sebagai suatu ketetapan atau penegas, yakni apabila suatu pembicaraan dilakukan secara berulang-ulang maka hal tersebut mengandung suatu unsur penegasan terhadap maknanya dan kehati-hatian dalam mengerjakannya. Kalimat Każālika Yubayyinullāh secara umum memiliki arti “Demikianlah Allah menjelaskan ayatayatnya kepadamu”. Dalam ayat ini terlihat jelas Allah Swt menegaskan kepada hamba-Nya bahwasanya ayat-ayat yang terkait dijelaskan dengan sangat terperinci dan merupakan ketetapan dalam penjelasannya. Adapun kaidahnya menggunakan kaidah pertama dan kelima.
Sitasi
FATWA , AHMAD AL-FAROBI IBNU . (2024). Tikrar Dalam Al-Qur’an (Analisis Pengulangan Kata Każālika Yubayyinullah). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
AHMAD AL-FAROBI IBNU FATWA
alfahokya@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | AHMAD AL-FAROBI IBNU FATWA |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 17 |
| Tanggal Publikasi: | 04 Mar 2024 |
| Dibuat: | 04 Mar 2024 04:41 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:15 |