Pembagian Hasil Hadiah Perlombaan Burung Berkicau Dengan Tidak Adil Ditinjau Dari Hukum Ekonomi Syari’ah ( Studi Kasus Di Komunitas Sanjaya Sf Desa Rejomulyo Kota Kediri )
Abstrak
Dimas Tri Saputro Dosen Pembimbing Drs. H. Mahdil Mawahib, S.H., M.Ag. dan Zakiyatus Soimah,M.HI. Praktik Akad Bagi Hasil Pemeliharaan Burung Berkicau Untuk Perlombaan Di Tinjau Dari Hukum Ekonomi Syari’ah (Studi Kasus di Komunitas Sanjaya SF Desa Rejomulyo Kota Kediri ) Fakultas / Prodi : Syari‟ah / Hukum Ekonomi Syaria‟ah. Kata Kunci : Bagi Hasil, Syirkah Komunitas Sanjaya SF merupakan Komunitas pecinta burung berkicau (Khusus Burung Kacer) yang melakukan praktik Bagi hasil dalam perawatan dan pemeliharaan burung berkicau untuk menghasilkan suara burung yang merdu yang selanjutnya akan diikutsertakan dalam kontes perlombaan . Jika burung berkicau tersebut menang maka akan dibagi hasil setengah-setengah antara pemilik burung berkicau dan perawat burung berkicau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambil sumber data yang dilakukan dengan cara wawancara pemilik burung berkicau maupun pemelihara di Komunitas Sanjaya SF. Selain mengambil data dari lapangan, penelitian ini juga didukung beberapa literatur dari buku, internet, ataupun media lainnya. Kemudian dianalisis secara deskriptif denggan menggunakan penarikan kesimpulan dalam membuat suatu pertanyaan. Hasil penelitian ini adalah Praktik akad kerja sama bagi hasil yang terjadi di Komunitas Sanjaya SF Kota Kediri dilakukan secara lisan. pembagian keuntungan hadiah perlombaan tidak sesuai kesepakatan awal yaitu bila hadiahnya kecil berkisar 50rb-100rb hadiahnya dibagikan kepada komunitas dan pemilik burung berkicau hanya mendapat kepopuleran dari kemenangan perlombaan burung berkicau tersebut namun bila hadiahnya besar berkisar 200rb-500rb barulah dibagi dua 50%-50% hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan diawal. Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan secara lisan, tidak ada akad secara tertulis pada saat penandatanganan perjanjian kerjasama ini. Perjanjian lisan ini tidak menetapkan batas waktu jangka waktu kontrak yang berlanjut. Menurut hukum Islam, perjanjian kerja sama bagi hasil di komunitas Sanjaya SF Kota kediri tersebut tergolong dalam akad fasid (rusak) dan akad tersebut sah jika unsur kefasidannya dihilangkan.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 22 Mar 2024 |
| Dibuat: | 22 Mar 2024 08:37 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:12 |