Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Fatherless (Studi Kasus Mahasiswa IAIN Kediri)
Abstrak
Adanya fenomena fatherless, yaitu keadaan di mana seorang remaja tidak memiliki kehadiran ayah dalam lingkup keluarga, dapat berdampak pada konsep diri remaja tersebut. Ketidakhadiran seorang ayah dalam keluarga dapat mempengaruhi persepsi dan pengertian remaja tentang dirinya sendiri. Hal ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam peran ayah dan ibu dalam kehidupan remaja, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi perkembangan konsep diri mereka. Selain itu, kondisi fatherless juga dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi pada remaja, karena mereka mungkin merasa kehilangan dan tidak memiliki dukungan emosional yang cukup dari seorang ayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi bagaimana konsep diri remaja yang mengalami fatherless. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 (empat) remaja dengan kriteria sebagai berikut : 1) Mengalami fatherless. 2) Mahasiswa IAIN Kediri, 3) Seorang remaja umur 20-21 tahun, dan (4) Berjenis kelamin laki-laki. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil yang beragam pada aspek yang mempengaruhi konsep diri remaja yakni aspek fisiologis, psikologis, psikososial, dan psikospiritual dari remaja yang mengalami fatherless. Subjek MI memiliki konsep diri positif terkait fisik, sementara subjek SZ merasa tidak nyaman dengan bekas luka dan kurangnya hubungan yang sehat dengan orangtuanya. Subjek RN mengalami perubahan fisik yang signifikan dan merasa bahagia, sedangkan subjek DS menghadapi tantangan kesehatan dan masalah dalam keluarga. Dalam aspek psikologis, subjek-subjek menunjukkan perbedaan dalam kognisi, afeksi, dan konasi. Subjek MI memiliki motivasi dan semangat tinggi dalam belajar, subjek SZ mengalami perilaku menyakiti diri sendiri, subjek RN menunjukkan kegembiraan dalam prestasi, dan subjek DS merasa tertekan terkait tuntutan akademik. Dalam aspek psikososial, subjek-subjek menghadapi kurangnya dukungan, hubungan keluarga yang buruk, keterbatasan hubungan dengan ayah, dan konflik dalam keluarga. Pada aspek psikospiritual, terdapat variasi dalam tingkat keterlibatan spiritual. Penemuan ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pengaruh fatherless terhadap konsep diri remaja dan menekankan pentingnya dukungan sosial dan pengembangan kekuatan diri dalam mengatasi tantangan tersebut. Kata Kunci : Konsep Diri, Remaja, Fatherless, Ayah
Sitasi
Saniyah , Fasiqatus . (2024). Konsep Diri Remaja Yang Mengalami Fatherless (Studi Kasus Mahasiswa IAIN Kediri). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Fasiqatus Saniyah
fasiqatussaniyah@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Fasiqatus Saniyah |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 21 |
| Tanggal Publikasi: | 19 Apr 2024 |
| Dibuat: | 19 Apr 2024 03:50 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:09 |