HARI KEBANGKITAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-T{ABARI
Abstrak
ABSTRAK ANGGI MUNA KAMILA, Dosen Pembimbing (1) Zaenal Arifin, M.HI. dan (2) Qoidatul Marhumah, Lc., M.Th.I, HARI KEBANGKITAN DALAM ALQUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-T{ABARI<, Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri, 2023. Kata Kunci: Hari Kebangkitan, Al-Qur’an, Tafsir Al-T{abari< Pemaknaan sebuah kosakata mampu membuat berbagai perbedaan pendapat antar para ulama. Seperti halnya pada pemaknaan hari kebangkitan. Hari kebangkitan dimaknai dengan membangkitkan, menghidupkan, dan mengembalikan sesuatu dari tempatnya. Namun untuk sebagian para ulama, makna tersebut tidaklah cukup untuk menggambarkan sebuah peristiwa dimana dalam al-Qur’an disebut dalam beberapa istilah. Oleh karena itu, perlulah sebuah penafsiran guna untuk mengetahui bagaimana ulama memaknai hari kebangkitan. Permasalahan yang dibahas disini adalah mengenai hari kebangkitan dalam tafsir al-T{abari< yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana makna hari kebangkitan serta gambaran-gambaran mengenai hari kebangkitan, Dalam penelitian ini, penulis memakai pendekatan kualitatif yang mana penulis mencoba untuk mencari informasi-informasi sesuai dengan tema melalui metode dokumentasi berupa literatur-literatur bacaan. Sedangkan untuk penafsirannya, penulis memakai metode maud}u>’i yang di jabarkan oleh Abdul H{ay al-Farmawi. Hari kebangkitan dalam al-Qur’an diungkapkan dalam tiga term yaitu yaum albaa’th, yaum al-nushu<r, dan yaum al-ma’a<d. Lafaz ba’th beserta derivasinya, mengarah pada pengertian kebangkitan manusia dari alam kubur pada saat hari kiamat telah terjadi, sedangkan lafaz nashu<r, lebih terfokus kepada kebangkitan manusia untuk menjalani perhitungan amal, sebagai pertanggung jawaban atas perbuatan yang dilakukan. Dalam kitabnya sendiri, al-T{abari> juga menjelaskan melalui riwayat mengenai pengertian hari kebangkitan walaupun tidak semua ayatnya ia berikan penjelasan berupa riwayat. Namun dalam memberikan pengertian terhadap hari kebangkitan, al-T{abari> tidak menjelaskannya secara panjang lebar. Al-T{abari> hanya memberikan pengertian singkat yaitu “membangkitkan, menghidupkan atau mengembalikan”. Dan al-T{abari> menambah penjelasan tentang hari kebangkitan sesuai dengan konteksnya. Dan seperti yang telah disebutkan penulis, al-T{abari> memberikan pengertian bahwa membangkitkan, menghidupkan atau mengembalikan manusia dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka.
Sitasi
KAMILA , ANGGI MUNA . (2024). HARI KEBANGKITAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR AL-T{ABARI. IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
ANGGI MUNA KAMILA
anggimuna10@gmail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | ANGGI MUNA KAMILA |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 15 |
| Tanggal Publikasi: | 07 May 2024 |
| Dibuat: | 07 May 2024 08:39 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:02 |