Penerapan Terapi Ibadah Dalam Proses Rehabilitasi ODGJ Di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ghazali, Duwet, Wates, Kediri

Published ID 203 views 155 downloads
Abstrak

Zaman modern sekarang ini manusia tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan hal serupa yang mendukung kemajuan zaman tersebut. Beragam ciptaan modernisasi dan segala kemudahan yang hadir di masyarakat menjadikan manusia lalai akan kebutuhan rohani yang kian asing dan terus terkikis. Berbagai permasalahan dan penyakit yang dialami manusia modern pun juga semakin beragam baik pada fisik maupun jiwanya. Nilai-nilai ibadah yang sudah semakin jarang dijalankan, kini semakin banyak diterapkan khususnya terhadap mereka yang mengalami kekosongan atau sakit pada jiwanya. Salah satu Lembaga rehabilitasi, yakni Yayasan Pondok Pesantren Al-Ghazali telah menerapkan terapi ibadah terhadap pasien ODGJ dan pecandu narkoba. Tujuan Penelitian ini adalah: 1). Mengetahui penerapan terapi ibadah dalam proses rehabilitasi ODGJ di Yayasan Pondok Pesantren Al Ghazali Duwet, Wates, Kediri. 2). Mengetahui dampak yang dihasilkan dari penerapan terapi ibadah dalam proses rehabilitasi ODGJ di Yayasan Pondok Pesantren Al Ghazali Duwet, Wates, Kediri.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan temuan peneliti menggunakan teknik triangulasi: triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Subjek pada penelitian ini ada 4 orang pasien ODGJ. Analisis data pada penelitian ini meliputi: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa : 1). Pasien ODGJ dapat mulai mengikuti terapi ibadah saat pasien sudah melalui fase terapi mandi malam sebagai terapi utama di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ghazali. Hal ini dilakukan setelah pihak keluarga menyetujui kontrak dengan pihak Pondok Pesantren. Kemudian pasien perlu dikonseling ketika sedang diterapi mandi malam, sampai pasien sudah bisa untuk diajak komunikasi. Setelah dirasa ada perkembangan dan emosi pasien mulai stabil, maka pasien sudah dapat mengikuti tahap pembinaan. Pembinaan itu meliputi aktivitas sehari-hari antara lain: mandi pagi, bersih-bersih, ro’an mencari pasir, sholat berjamaah, membantu memasak, mencuci baju, membaca al-Qur’an, dan pengajian/kerohanian. Pasien dengan kepribadian introvert cenderung membutuhkan waktu yang lama dalam penyembuhan, karena sulit untuk diidentifikasi apa sebab pasien dapat mengalami gangguan jiwa tersebut. 2). Dari hasil observasi yang peneliti lakukan, pasien ODGJ menunjukkan sikap yang lebih tenang dan pengontrolan emosi yang lebih baik setelah mengikuti tahapan pembinaan khususnya pada terapi ibadah. Karakter disiplin pasien juga dapat mulai dilihat ketika memasuki waktu sholat berjamaah, yang mana pasien tidak perlu menunggu instruksi dari pengurus namun dengan kesadaran mereka masing-masing-masing.

Sitasi

Fahmi , Muhammad Ilham .   (2024). Penerapan Terapi Ibadah Dalam Proses Rehabilitasi ODGJ Di Yayasan Pondok Pesantren Al-Ghazali, Duwet, Wates, Kediri. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
Muhammad Ilham Fahmi

ilhamfahmi4567@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: Muhammad Ilham Fahmi
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 20
Tanggal Publikasi: 13 May 2024
Dibuat: 13 May 2024 02:39
Diupdate: 08 May 2026 23:01