Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dan Siswa Tunagrahita Dalam Menanamkan Kemandirian Di SLB Empat Lima Babat

Published ID 167 views 175 downloads
Abstrak

ABSTRAK Rifqia Istifaro. Dosen Pembimbing Tasmin, S.Ag, MA. dan Tatik Imadatus Sa’adati, M.Psi, Psikolog. Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dengan Siswa Tunagrahita Dalam Menanamkan Kemandirian Di SLB Empat Lima Babat. Skripsi Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, 2023. Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, Kemandirian, Anak tunagrahita. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki keterbatasan kemampuan pada pola pikir, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar. Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai tempat belajar serta berkembangnya pola pikir terhadap anak tunagrahita. Peran guru sangat membantu dalam menanamkan dan mengembangkan kemandirian dengan cara komunikasi interpersonal pada siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal yang digunakan guru dalam menanamkan kemandirian kepada siswa tunagrahita dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemandirian siswa tunagrahita. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi terus terang atau tersamar, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan 4 (empat) subjek, yang terdiri dari dua guru wali kelas dan dua guru tambahan yang mengampu kelas siswa tunagrahita di SLB Empat Lima Babat. Data yang didapatkan berupa data primer dan data sekunder, data primer berupa hasil wawancara dan hasil assesment siswa tunagrahita, sedangkan data sekunder berupa hasil data dalam bentuk jadi yang dikumpulkan dan diolah peneliti terdahulu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal sangat membantu dalam proses belajar mengajar dan proses menanamkan kemandirian pada siswa tunagrahita. Proses paling penting dalam berkembangnya siswa tunagrahita yaitu dengan komunikasi. Komunikasi secara berulang-ulang dapat membantu siswa untuk memahami pembicaraan. Faktor kemandirian pada siswa tunagrahita terbentuk dengan adanya peran orang tua dan guru, keduanya harus saling bersinergi dalam menanamkan kemandirian siswa tunagrahita. Kemandirian yang diajarkan orang tua berupa aktivitas sehari-hari, sedangkan guru mengajarkan kemandirian berupa proses belajar dan aktivitas di sekolah.

Sitasi

ISTIFARO , RIFQIA .   (2024). Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dan Siswa Tunagrahita Dalam Menanamkan Kemandirian Di SLB Empat Lima Babat. IAIN Kediri

Kata Kunci
Daftar Author
RIFQIA ISTIFARO

iskiyaa24@gmail.com
1
Informasi Jurnal
Author Utama: RIFQIA ISTIFARO
Kategori: Journal Sub Category 1
Universitas: UIN Syekh Wasil Kediri
Fakultas:
Departemen/Prodi:
Revisi ke: 19
Tanggal Publikasi: 13 May 2024
Dibuat: 13 May 2024 06:53
Diupdate: 08 May 2026 23:01