Perubahan Makna Suroan Dalam Festival Grebeg Suro Di Desa Penggaron Kec. Mojowarno, Kab. Jombang
Abstrak
NUR MAIDAH, Dosen Pembimbing DR. MOCH MUWAFFIQILLAH, M.FIL.I, M. SYAHRUL ULUM, M.SOS. Perubahan Makna Suroan Dalam Festival Grebeg Suro Di Desa Penggaron Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Skripsi, Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (Iain) Kediri, 2023. Kata Kunci : Perubahan, Tradisi, Modernisasi Suroan merupakan sebuah tradisi yang dilestarikan Masyarakat khususnya Jawa setiap awal bulan Suro atau bulan Muharram dalam Islam. Tradisi ini berupa ritual doa khusus yang bertujuan agar memperoleh keselamatan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan sudah menjadi kebiasaan dari orang-orang dahulu. Masyarakat Desa Penggaron, Mojowarno, meskipun zaman sudah maju dan berkembang mereka masih tetap melaksanakan dan mempertahankan tradisi yang diwariskan. Namun terdapat beberapa perubahan dengan tradisi akibat adanya modernisasi. Adapun fokus penelitian yang dibahas dalam skripsi ini meliputi : 1)Bagaimana sejarah munculnya tradisi suroan di Desa Penggaron. 2) Bagaimana bentuk perubahan suroan dalam festival Grebeg Suro di Desa Penggaron Tahun 1930-2023. 3) Bagaimana perubahan makna suroan di Desa Penggaron. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan pendekatan sejarah. Menggunakan tahapan heuristic dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, verifikasi (kritik terhadap data), interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa : 1) Tradisi Suroan telah ada sejak tahun 1930 dan bermula dari generasi terdahulu atau nenek moyang terdahulu hingga sampai ke anak-cucu. 2) Perubahan yang mencolok pada tradisi Suroan terletak pada prosesinya, dimana yang awalnya hanya ritual doa kini terdapat Festival Grebeg Suro yang dilakukan secara meriah. 3)Terdapat perubahan makna pada tradisi suro, dimana suroan adalah tradisi yang sakral kini mengalami perubahan yang menjadikan berubah pula maknanya, dari segi perekonomian, segi kekompakan (tali persaudaraan), segi religiusitas, segi kesenian atau kekreatifitasan, dan segi kebudayaan. Dilihat dari terori evolusi perubahan sosial oleh Augste comte menunjukkan bahwa tradisi suroan yang sekarang beralih menjadi Festival Grebeg Suro mengalami 3 bentuk perkembangan perubahan, yaitu teologis, metafisika, dan positif.
Kata Kunci
Daftar Author
Belum ada author yang ditambahkan.
Informasi Jurnal
| Author Utama: | |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 14 May 2024 |
| Dibuat: | 14 May 2024 06:47 |
| Diupdate: | 08 May 2026 23:00 |