Praktik Tawashshulan Jamaah Maiyah Padhangmbulan di Desa Menturo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang (Kajian Living Hadis)
Abstrak
RIZQI NUR FAIZ. Dosen Pembimbing Dr. Hj. Robingatun M.pd.I. dan Moh. Misbakhul Khoir, M.th.I. Praktik Tawashshulan Maiyah Padhangmbulan (Studi Living Hadis pada Jama’ah Maiyah Padhangmbulan di Jombang). Skripsi, Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddun dan Dakwah, IAIN Kediri, 2023. Kata Kunci: Maiyah, Tawasul, Living Hadis Maiyah Padhangmbulan merupakan embrio lahirnya simpul-simpul maiyah yang ada di Indonesia bertujuan untuk menata hati dan menjernihkan pikiran merupakan salah satu solusi dalam menghadapi krisis spiritual akibat modernitas. Maiyah mengajarkan amalan pembacaan tawashshulan memiliki keunikan dari rangkaian pembacaan tersebut. Hal ini mengandung makna khusus dan memberikan pengaruh bagi kepribadian. Pengamalan praktik ini juga merupakan upaya menghidupkan hadis (living hadis) di kalangan jama’ah maiyah yang mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian ini adalah mengenai perspektif jama’ah Maiyah Padhangmbulan terhadap praktik pembacaan tawashshulan maiyah yang dirumuskan dalam bentuk beberapa pertanyaan sebagai berikut: 1) Bagaimana prosesi tawashshulan jama’ah Maiyah Padhnagmbulan 2) Bagaimana pemahaman jama’ah tentang pembacaan tawashshulan Maiyah 3) Bagaimana praktik tawashshulan Maiyah dalam kajian living hadis. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan dilakukan dengan kecermatan dalam pengamatan dan triangulasi sumber maupun teknik. Untuk menjawab fokus penelitian, peneliti menggunakan teori living hadis dan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui pemahaman jama’ah terkait makna tradisi pembacaan tawashshulan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Praktik Tawashshulan Maiyah merupakan kegiatan yang digagas oleh Emha Ainun Nadjib. Adapun prosesinya adalah membaca do’a-do’a dan shalawat. 2) Makna tradisi pembacaan tawashshulan Maiyah Padhangmbulan menurut pemahaman jama’ah Maiyah Padhangmbulan diantaranya: a) Sarana berdoa; b) Sarana untuk menyambung rasa ruhaniyah; c) Media berdzikir kepada Allah (dzikrullah); d) Meningkatkan rasa cinta kepada Allah. 3) Dari kajian living hadis pelaksanaan praktik tawashshulan maiyah muncul berdasarkan kitab-kitab terdahulu yang bersumber dari kitab primer hadis. Dengan begitu, kegiatan tersebut memiliki landasan hadis-hadis yang shahih.
Sitasi
Faiz , Rizqi Nur . (2024). Praktik Tawashshulan Jamaah Maiyah Padhangmbulan di Desa Menturo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang (Kajian Living Hadis). IAIN Kediri
Kata Kunci
Daftar Author
Rizqi Nur Faiz
rizqinurfaiz12345@gnail.com
Informasi Jurnal
| Author Utama: | Rizqi Nur Faiz |
| Kategori: | Journal Sub Category 1 |
| Universitas: | UIN Syekh Wasil Kediri |
| Fakultas: | |
| Departemen/Prodi: | |
| Revisi ke: | 18 |
| Tanggal Publikasi: | 27 May 2024 |
| Dibuat: | 27 May 2024 06:52 |
| Diupdate: | 08 May 2026 22:55 |